Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita China CIA Featured Laos Spesial

    Dulu Dipakai CIA, Sekarang Lokasi di Laos Ini Jadi Fasilitas Militer China - Kompas

    7 min read

      


    KOMPAS.com - Pesawat serang ringan dan sejumlah kendaraan militer terlihat berada di fasilitas pelatihan gabungan China-Laos yang baru diumumkan pada Selasa (29/9/2026).

    Keberadaan pesawat dan kendaraan tersebut terungkap dari citra satelit yang ditinjau Reuters.

    Citra dari penyedia satelit komersial Vantor memperlihatkan delapan pesawat yang diyakini analis keamanan sebagai jet serang ringan K-8 serta lebih dari 20 kendaraan pendukung di landasan pacu yang masih dibangun.

    Kehadiran peralatan militer itu menjadi perkembangan terbaru dalam upaya China memperluas kehadiran militernya di luar negeri.

    China Pamer Kekuatan di LCS, Kerahkan Jet Tempur dan Kapal Perang

    Baca juga: FBI Tangkap Penguntit Anak Presiden Taiwan, Diduga Mata-mata China

    Citra tersebut diambil pada 30 September 2026, sehari setelah Kementerian Pertahanan China mengumumkan pendirian fasilitas di Ban Keun, di luar ibu kota Laos, Vientiane.

    Foto satelit itu juga memperlihatkan pembangunan berskala besar yang berlangsung di sekitar landasan pacu.

    Pembangunan fasilitas baru tersebut kini dipantau secara cermat oleh para atase militer regional dan pakar keamanan.

    Sejumlah pengamat menilai fasilitas di Ban Keun berpotensi menjadi pangkalan militer luar negeri China yang sepenuhnya operasional untuk pertama kalinya di Asia Tenggara.

    China telah melakukan modernisasi militer secara intensif selama lebih dari 20 tahun, tetapi secara umum dinilai belum memiliki jaringan fasilitas luar negeri yang kuat.

    Kehadiran China di luar negeri selama ini antara lain mencakup wilayah Laut China Selatan, akses pelabuhan di Ream, Kamboja, serta pangkalan logistik di Djibouti.

    Analis senior Australian Strategic Policy Institute Rachel Vandenbrink mengatakan, pemilihan Ban Keun sebagai fasilitas yang dapat diakses Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) kemungkinan lebih didasarkan pada peluang yang tersedia daripada kebutuhan operasional yang mendesak.

    "Pemilihan lokasi Ban Keun kemungkinan lebih merupakan target of opportunity daripada upaya memenuhi kebutuhan operasional yang mendesak," kata Vandenbrink, dikutip dari Reuters pada Selasa (6/10/2026).

    Baca juga: Hacker China Menyamar jadi Pejabat AS, Curi Email Ahli AI Paman Sam

    Menurut dia, Laos memiliki nilai geostrategis karena dapat menjadi titik pijak yang mudah diakses di daratan Asia Tenggara.

    Posisi tersebut didukung perbatasan langsung Laos dengan China dan koneksi infrastruktur di antara kedua negara, termasuk jalur kereta api.

    Kementerian Pertahanan China belum segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

    Kedutaan Besar Laos di Bangkok dan Kementerian Luar Negeri Laos juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

    Pernah jadi lapangan terbang rahasia AS saat perang Vietnam

    Analis keamanan yang berbasis di Singapura, Collin Koh dan Alexander Neill, bersama para spesialis Vantor menilai pesawat yang terlihat dalam citra satelit tersebut tampaknya merupakan Hongdu JL-8.

    Pesawat itu digunakan oleh angkatan udara China maupun Laos dan juga dikenal dengan nama K-8.

    Pesawat berkursi dua tersebut banyak digunakan sebagai pesawat pelatihan, tetapi juga memiliki kemampuan serangan ringan.

    K-8 dikembangkan bersama oleh China dan Pakistan serta telah diekspor untuk digunakan militer sejumlah negara.

    Berdasarkan penilaian tahunan mengenai kekuatan militer dunia yang disusun International Institute for Strategic Studies (IISS) di London, Laos saat ini memiliki empat unit pesawat tersebut.

    Koh, peneliti di S. Rajaratnam School of International Studies, menilai kondisi kelayakan operasional pesawat K-8 milik Laos tersebut "meragukan".

    Baca juga: 2 Jet Tempur F-16V AS Tiba di Taiwan, Mau Dipakai Melawan China?

    Seiring pembangunan terus berlangsung, diplomat dan analis juga memantau kemungkinan munculnya sejumlah fasilitas militer lain di Ban Keun.

    Fasilitas yang menjadi perhatian antara lain sistem pertahanan udara, tempat penyimpanan amunisi dan bahan bakar, serta sarana pengintaian.

    Keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut dapat menjadi indikasi bahwa pangkalan Ban Keun akan memiliki fungsi militer yang lebih luas daripada sekadar tempat pelatihan.

    Neill mengatakan, lapangan terbang tersebut saat ini terlihat relatif pendek dan tidak terlalu mencolok.

    Namun, menurut dia, fasilitas itu pada masa mendatang berpotensi menampung pesawat berukuran lebih besar, termasuk pesawat intelijen sinyal dan pengintaian elektronik.

    Pengoperasian pesawat semacam itu dapat memperluas jangkauan China di kawasan Asia Tenggara.

    "Tampaknya lapangan terbang ini dirancang agar landasan pacunya dapat diperpanjang sehingga pesawat yang lebih besar bisa beroperasi," kata Neill.

    Neill merupakan adjunct fellow di lembaga pemikir Pacific Forum yang berbasis di Hawaii.

    Lokasi fasilitas baru China-Laos di Ban Keun juga memiliki sejarah yang berkaitan dengan operasi rahasia Amerika Serikat (AS) pada masa Perang Vietnam.

    Dukungan China terhadap pembangunan fasilitas tersebut membuat negara itu kini menempati lokasi yang pernah digunakan secara diam-diam oleh AS pada puncak Perang Vietnam.

    Menurut catatan yang dibagikan kepada Reuters oleh spesialis Asia Tenggara di Library of Congress, Ryan Wolfson-Ford, Ban Keun dahulu dikenal sebagai "Lima Site 44".

    Lapangan terbang itu digunakan ketika AS berperang melawan pasukan komunis di Laos pada dekade 1970-an.

    Lokasi tersebut digunakan oleh Air America, maskapai penerbangan yang saat itu secara diam-diam dimiliki Central Intelligence Agency (CIA).

    Baca juga: Laut China Selatan Jadi Saksi, Ilmuwan Sukses Uji Coba Panel Surya Kedalaman 10 Meter

    Air America mengangkut pasukan dari kelompok minoritas Hmong di wilayah dataran tinggi yang didukung AS.

    Selain itu, maskapai tersebut juga membawa perbekalan menuju sejumlah landasan terbang di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau dan dikenal dengan sebutan "Lima Sites".

    Akademisi yang menulis tentang sejarah Air America, Dr. Joachim Leeker, mengatakan Ban Keun telah digunakan sejak 1968 sebagai titik keberangkatan helikopter Air America.

    Helikopter tersebut digunakan untuk membawa pasukan Hmong menuju berbagai zona pertempuran lainnya.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka., 

    Komentar
    Additional JS