Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Donald Trump Featured Iran Konflik Timur Tengah Korea Selatan Spesial

    Korea Selatan Tolak Kirim Militer ke Perang AS-Iran meski Didesak Trump - Kompas

    6 min read

     

    KOMPAS.com - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan negaranya tidak akan mengirim pasukan atau aset militer ke Timur Tengah apabila langkah tersebut berpotensi menyeret Seoul ke dalam perang AS-Iran.

    Pernyataan itu disampaikan Lee di tengah desakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar Korea Selatan memberikan dukungan terhadap perang AS melawan Iran.

    "Tidak akan ada pengerahan yang melibatkan atau membawa kita masuk ke dalam perang. Saya bisa tegaskan hal itu dengan sangat jelas," ujar Lee dalam konferensi pers pada Jumat (18/9/2026).

    "Kami tidak akan mengerahkan aset militer dalam bentuk apa pun untuk tujuan tersebut," imbuh dia dikutip dari The Guardian.

    Mengapa Trump Terdengar Seperti Kim Jong Un?

    Baca juga: Korea Selatan Maju Teknologi, tapi Apakah Lansianya Melek Digital?

    Meski demikian, Pemerintah Korea Selatan masih mempertimbangkan kemungkinan mengambil peran lebih besar dalam menjaga keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut.

    Saat ini, Korea Selatan telah menempatkan pasukan angkatan laut di lepas pantai Somalia sebagai bagian dari misi antipembajakan.

    Menurut Lee, langkah untuk mengamankan pelayaran komersial, pasokan minyak mentah, serta keselamatan warga Korea Selatan tetap diperlukan.

    Baca juga: Kata AS Usai Presiden Yoon Suk Yeol Akan Cabut Darurat Militer Korea Selatan

    "Jelas pula bahwa kita harus melakukan langkah minimal seperti yang dilakukan negara-negara lain untuk melindungi pelayaran komersial dan pengiriman minyak mentah kita, serta menjamin keselamatan warga negara kita," katanya.

    Pemerintah Korea Selatan sebelumnya juga telah mengkaji kemungkinan pengerahan militer ke Selat Hormuz.

    Namun, wacana tersebut tidak mendapat banyak dukungan di dalam negeri.

    Sementara itu, Trump sebelumnya mengkritik Seoul karena dinilai kurang memberikan dukungan terhadap perang Iran.

    Trump juga mengurangi skala latihan militer gabungan AS-Korea Selatan pada musim panas lalu, langkah yang menimbulkan keresahan di kalangan sekutu AS tersebut.

    Baca juga: Korea Selatan Disebut Bersiap Kerahkan Militer ke Selat Hormuz, Ada Tujuan Apa?

    Kesepakatan investasi dengan AS

    Dalam konferensi pers yang sama, Lee turut membahas perkembangan negosiasi dengan Washington mengenai komitmen investasi Korea Selatan di AS sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan kedua negara.

    Lee mengatakan, kekhawatiran mengenai kelayakan komersial paket investasi tersebut menjadi salah satu hambatan utama dalam perundingan.

    Menurut dia, terdapat beberapa poin yang sulit diterima Seoul. Meski demikian, Lee menyebut Korea Selatan dan AS kini semakin dekat untuk mencapai kesepakatan.

    Baca juga: China Ancam Batalkan KTT Trump-Xi Jinping, Ada Apa?

    Pada tahun lalu, Korea Selatan berkomitmen menanamkan investasi sebesar 350 miliar dollar AS di sektor manufaktur AS.

    Sebagai imbalannya, tarif impor produk Korea Selatan ke AS diturunkan menjadi 15 persen.

    Pekan ini, Seoul menunda agenda pemaparan rencana investasi tersebut di hadapan parlemen. Pertemuan itu dijadwalkan ulang pada pekan depan.

    Baca juga: Korea Selatan: Kapal Tunda Bawa 8 Awak Termasuk 2 WNI Terbalik di Busan, 6 Masih Hilang

    Peluang Trump bertemu Kim Jong-un

    Lee juga menyinggung kemungkinan pertemuan antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam beberapa bulan mendatang.

    Menurut Lee, pertemuan tersebut mungkin saja dilakukan, tetapi membutuhkan keselarasan sejumlah faktor agar dapat terwujud.

    "Yang jelas adalah Presiden Trump menginginkan perundingan dan saya pun menginginkannya serta kami terus melakukan koordinasi untuk mewujudkan dialog antara Korea Utara dan AS," ujarnya.

    Sejauh ini, media pemerintah Korea Utara sebagian besar masih bungkam terhadap seruan berulang Trump untuk mengadakan pertemuan dengan Kim.

    Trump dilaporkan telah meminta stafnya mengupayakan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara tersebut paling cepat pada musim gugur.

    Baca juga: Nepal Minta Bantuan Asing Tangani Dampak Banjir, Korea Selatan Gerak Cepat Kirim Tim

    Hal itu sebagaimana dilaporkan oleh Wall Street Journal.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Trump: Latihan Militer AS-Korea Selatan untuk Melawan Korea Utara

    Komentar
    Additional JS