Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Iran IRGC Spesial

    Komandan IRGC: Iran Punya Kemampuan Militer yang Belum Diungkap - Tribunnews

    6 min read

     

    Komandan senior IRGC Brigadir Jenderal Hassan Hassanzadeh menyatakan Iran kini memegang inisiatif penuh di medan perang.

    Tayang:


    Komandan IRGC: Iran Punya Kemampuan Militer yang Belum Diungkap

    YouTube Times of India

    PULAU LARAK - Gambar menunjukkan peluncur roket milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang berada di Pulau Larak. Komandan senior IRGC Brigadir Jenderal Hassan Hassanzadeh menyatakan Iran kini memegang inisiatif penuh di medan perang. 

    Ringkasan Berita:
    • Klaim kemampuan rahasia: Komandan IRGC Hassan Hassanzadeh menyebut Iran memiliki kemampuan dan peralatan militer yang belum diungkapkan.
    • Inisiatif di medan perang: Hassanzadeh mengatakan angkatan bersenjata Iran kini memegang inisiatif penuh dan berada dalam posisi untuk memaksakan kehendaknya.
    • Rudal dan drone: Produksi serta pengembangan rudal dan drone Iran diklaim terus berjalan tanpa gangguan, disertai peningkatan kesiapan menghadapi agresi.

    TRIBUNNEWS.COM - Komandan senior Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Hassan Hassanzadeh, mengatakan Iran saat ini memegang inisiatif penuh di medan perang dan memiliki kemampuan militer yang belum diungkapkan.

    Hassanzadeh menyebut Iran berada dalam posisi yang memungkinkannya memaksakan kehendak di medan perang.

    Hassanzadeh, yang menjabat sebagai Komandan IRGC di Teheran Raya, menegaskan bahwa inisiatif dalam konflik kini sepenuhnya berada di tangan angkatan bersenjata Iran.

    “IRGC memiliki kemampuan dan peralatan militer yang luas yang belum diungkapkan,” kata Hassanzadeh, sebagaimana dikutip dari Al Mayadeen, Jumat (18/9/2026).

    Ia juga menyampaikan pesan kepada Amerika Serikat bahwa rakyat Iran disebut siap mempertahankan wilayah, negara, dan kepentingan nasional mereka.

    Menurut Hassanzadeh, rakyat Iran memiliki kesiapan penuh untuk turun ke medan perang dan mengorbankan darah demi membela tanah air serta pencapaian nasional.

    Baca juga: 14 Satelit Rusia Melintas di Atas Pangkalan AS di Saudi Sebelum Serangan Iran

    Sebelumnya pada Kamis (17/9/2026), Hassanzadeh mengatakan operasi produksi dan pengembangan rudal serta drone Iran terus berlangsung dengan kecepatan penuh tanpa gangguan.

    Ia menambahkan, pasukan Iran telah mencapai tingkat kesiapan yang lebih tinggi untuk merespons setiap agresi yang menargetkan negara tersebut.

    Jajak Pendapat AS Sebut 60 Persen Perangi Iran adalah Kesalahan

    Sebuah jajak pendapat Fox News yang baru menunjukkan 60 persen pemilih AS berpikir keputusan untuk meluncurkan perang melawan Iran adalah salah.

    Lebih dari tujuh dari 10 pemilih AS yang terdaftar percaya bahwa pemerintahan Trump tidak memiliki strategi yang jelas untuk mengakhiri perang dengan Iran.

    Survei menemukan bahwa 71 persen memegang pandangan itu, termasuk 95 persen dari Demokrat, 83 persen dari independen dan 43 persen dari Partai Republik.

    60 persen mengatakan meluncurkan aksi militer terhadap Iran adalah keputusan yang salah, dibandingkan dengan 37 persen yang mendukungnya.

    Oposisi telah meningkat sejak Juni, ketika 58 persen menggambarkan keputusan itu salah, mengutip Al Jazeera, Jumat (18/9/2026).

    Proporsi yang percaya konflik akan membuat AS kurang aman dalam jangka panjang telah meningkat dari 39 persen pada bulan April menjadi 47 persen.

    32 persen mengatakan perang akan membuat negara lebih aman.

    Peringkat persetujuan keseluruhan Trump mencapai 39 persen, sementara 61 persen tidak menyetujui kinerjanya.

    Persetujuan kebijakan luar negerinya turun menjadi 37 persen, tingkat terendah dari masa jabatan keduanya.

    Jajak pendapat tersebut mensurvei 1.211 pemilih terdaftar dari 11 hingga 14 September 2026 dan memiliki margin kesalahan 3 poin persentase.

    (Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

    Komentar
    Additional JS