Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Muncul di Mesir, Bawa Senjata Aneh - SindoNews
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Kamis, 10 September 2026 - 13:13 WIB

Jet tempur siluman generasi kelima Su-57 Rusia tampil perdana di El Alamein International Airshow di Mesir. Foto/Rostec
A A A
KAIRO - Jet tempur siluman generasi kelima Su-57 Rusia mencuri perhatian saat tampil perdana di ajang pameran udara Afrika di Mesir. Bukan hanya unjuk kemampuan terbang, pesawat tempur andalan Moskow ini juga membawa senjata baru yang bentuk dan karakteristiknya berada di antara rudal jelajah dan drone serang.
Su-57 tampil di langit El Alamein pada hari Rabu dalam El Alamein International Airshow. Di darat, eksportir senjata milik negara Rusia, Rosoboronexport, memamerkan senjata S-71M dan S-71K yang disebut menggabungkan karakteristik rudal jelajah dengan drone serang berbiaya rendah.
Baca Juga: Jet Tempur Siluman F-35 Baru Tiba di Polandia, Hebat Mana dengan Pesawat Su-57 Rusia?
Kemunculan senjata tersebut menjadi salah satu daya tarik utama pameran. Menurut perwakilan Rosoboronexport, S-71M dan S-71K baru pertama kali ditampilkan kepada publik, meski sebelumnya telah digunakan dalam pertempuran.
“Ini bukan drone, bukan pula rudal. Ini sesuatu yang seperti gabungan keduanya,” katanya, saat menjelaskan senjata aneh untuk Su-57 tersebut, kepada Reuters,Kamis (10/9/2026). Perwakilan Rosoboronexport tersebut berbicara dengan syarat identitasnya tidak dipublikasikan.
Varian ekspor Su-57, yang menjadi pesaing jet tempur siluman F-35 Lightning II buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat (AS), sebelumnya telah dipamerkan di China, India, dan Uni Emirat Arab.
Ukraina mengeklaim telah menghantam sebuah Su-57 di pangkalan udara yang berada di dalam wilayah Rusia pada 2024.
Aljazair menjadi negara Afrika pertama yang membeli jet tempur siluman Su-57 dari Rusia. Setidaknya dua unit pesawat tersebut sudah tiba pada akhir tahun 2025.
Angkatan Udara Aljazair telah menjalin hubungan pertahanan yang erat dengan Moskow selama beberapa dekade dan mengoperasikan sejumlah pesawat buatan Rusia, termasuk jet tempur Su-30.
Rusia juga telah mengonfirmasi bahwa setidaknya satu pelanggan asing lainnya telah menandatangani kontrak untuk jet tempur tersebut, meskipun identitas pembelinya belum diungkapkan.
Di lokasi lain dalam pameran tersebut, China memamerkan jet tempur J-16. Beberapa pekan sebelumnya, pesawat tempur tersebut ikut ambil bagian dalam latihan militer bersama Mesir. Latihan itu menjadi pengerahan pertama J-16 ke Afrika.
Perusahaan-perusahaan dari Turki, Uni Emirat Arab, dan Mesir juga mendominasi pameran. Mereka menawarkan berbagai produk pertahanan untuk menghadapi era peperangan yang semakin didominasi drone.
Sejumlah delegasi militer dari negara-negara seperti Sierra Leone, Tanzania, dan Kuwait terlihat mengunjungi stan-stan perusahaan tersebut.
Mohammed Al-Sayed, konsultan perusahaan pertahanan swasta Mesir, Amstone International Group, mengatakan tingginya jumlah pengunjung mencerminkan besarnya minat terhadap Mesir sebagai pintu gerbang menuju pasar pertahanan Afrika dan negara-negara Arab.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

Di Ambang Perang, India Borong 26 Jet Tempur Rafale
Terpopuler
1
2
3
4
5





