Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Babak Baru Perang Iran Dimulai, 7 Kapal Tanker Jadi Target - SindoNews

    12 min read

     

    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.

    Senin, 14 September 2026 - 14:25 WIB

    Babak Baru Perang Iran...

    Babak baru perang Iran dimulai, sebanyak tujuh kapal tanker jadi target. Foto/X

    A A A

    TEHERAN - Setidaknya tujuh kapal tanker minyak telah diserang di dalam dan di luar wilayah Teluk Persia sejak Selasa malam waktu setempat, seiring meningkatnya serangan terhadap kapal tanker oleh Amerika Serikat dan Iran —sebuah perkembangan yang dapat menandai fase baru yang berbahaya dalam konflik ini.

    Eskalasi ini sempat memicu kenaikan harga minyak dunia hingga melampaui angka $100 per barel untuk pertama kalinya sejak bulan Juli. Minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak global, sempat naik 2,3% sebelum kembali turun sedikit.

    Melansir CNN, pada Selasa malam, militer AS menyerang lima kapal tanker Iran—dan menenggelamkan satu di antaranya—setelah Iran menembakkan rudal balistik ke arah kapal perang Angkatan Laut AS.

    Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan tersebut mengenai empat kapal pengangkut minyak mentah di Teluk Oman dan satu kapal di dekat Pulau Kharg—pusat ekspor minyak Iran di Teluk Persia.

    Salah satu kapal, yang diidentifikasi sebagai M/T Riesco, terlihat terbakar dan tenggelam di Teluk Oman dalam sebuah video yang diunggah oleh pihak militer ke platform X. Menurut CENTCOM, pasukan AS telah menginstruksikan awak kapal yang menjadi target untuk meninggalkan kapal sebelum serangan dilancarkan.

    Iran membalas dengan meluncurkan rentetan rudal ke arah Yordania, sekutu regional AS, dengan menyatakan bahwa serangan itu menargetkan Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, sebuah fasilitas penting yang digunakan oleh pasukan AS.

    Serangan rudal tersebut tidak efektif menghadapi sistem pertahanan udara dan rudal terintegrasi, ungkap seorang pejabat AS kepada CNN.

    Pada hari Rabu, dua kapal tanker di kawasan Teluk dihantam oleh pesawat nirawak (drone). Satu kapal berada di lepas pantai Dubai, sementara yang lainnya berada di perairan Irak.

    Seorang pelaut tewas dalam insiden yang melibatkan kapal tanker produk minyak berbendera Gibraltar, Hercules Star, saat sedang berlabuh di lepas pantai Dubai; demikian disampaikan oleh pihak penyewa kapal, Peninsula, pada hari Rabu. Mereka tidak menyebutkan penyebab kematiannya.

    Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) sebelumnya menyatakan bahwa sebuah kapal di wilayah yang sama terlihat miring, yang mengindikasikan kapal tersebut mungkin kemasukan air setelah serangan oleh "proyektil tak dikenal."

    Lebih jauh ke utara, sebuah kapal tanker berbendera Panama dihantam oleh serangan dari sumber tak dikenal di perairan Irak, yang menyebabkan kerusakan pada lambung kapal, menurut Kementerian Transportasi Irak.

    Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka di kalangan awak kapal, kata kementerian itu.

    Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kedua kapal tanker tersebut.

    Namun, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebelumnya telah memperingatkan "semua awak kapal tanker minyak di sekitar pelabuhan Kuwait dan Bahrain—yang menampung para teroris (AS) ini dan menjadi mitra dalam tindakan bermusuhan mereka—untuk segera meninggalkan kapal mereka, baik saat berlabuh maupun saat bersandar di pelabuhan, karena kapal-kapal tersebut akan menjadi sasaran."

    Serangan AS tersebut merupakan respons terhadap upaya Iran untuk menyerang kapal Angkatan Laut AS selama dua hari terakhir. Kapal AS itu berhasil menghindari rudal-rudal tersebut dan terus berpatroli di perairan kawasan itu, kata CENTCOM, seraya menambahkan bahwa "tidak ada personel Amerika yang terluka." Saling serang ini terjadi di tengah fokus strategi AS untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap rezim Teheran, sembari menjalankan operasi pengawalan bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dan mempertahankan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

    Selama akhir pekan, pasukan AS menyerang tiga kapal pengangkut minyak mentah Iran sebagai tanggapan atas upaya Iran menyerang sebuah kapal induk dan kapal perusak berpeluru kendali milik AS.

    Upaya berulang Iran untuk menyerang kapal perang AS serta peningkatan "kualitas dan kuantitas" rudal yang ditembakkan ke sasaran AS di kawasan tersebut menunjukkan "pola eskalasi bertahap," ujar Hamidreza Azizi, analis senior masalah Iran di lembaga pemikir International Crisis Group, melalui platform X.

    Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dalam kunjungannya ke Kolombia, memperingatkan Teheran bahwa AS akan memberikan tanggapan setiap kali Iran menargetkan kapal-kapal angkatan lautnya.

    "Iran terus berupaya menyerang kapal angkatan laut AS, dan setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukan hal itu, mereka akan kehilangan kapal tanker," ujarnya kepada para wartawan di kota Barranquilla.

    Iran juga telah mengumumkan akan memperluas zona pembatasan maritimnya di kawasan Teluk Persia.

    Seorang juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Jenderal Hossein Mohebbi, mengatakan zona yang diperluas akan dimulai “kira-kira dari arah Chabahar,” sebuah kota pelabuhan Iran di Teluk Oman, dan akan mencakup “bagian lain dari Laut Arab di sepanjang rute menuju Selat Hormuz.”

    Koordinat tepatnya akan diumumkan kemudian, katanya.

    Teheran telah berupaya mempertahankan pengaruh atas transit melalui selat tersebut sebagai cara untuk menjaga harga minyak tetap tinggi dan menekan pemerintahan Trump.

    Harga bensin di AS naik ke level tertinggi baru dalam tiga bulan terakhir di atas $4,15 per galon pada hari Selasa.

    Pada hari Rabu, Trump mengatakan dia memperkirakan Iran akan meninggalkan upaya perangnya setelah pemilihan paruh waktu AS — dan bahwa harga bensin Amerika kemungkinan tidak akan turun sebelum itu.

    (ahm)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

      Rekomendasi

      Infografis

      Mengenal KRI Ki Hajar...

      Mengenal KRI Ki Hajar Dewantara, Kapal Perang yang Akan Dijual Prabowo

      Terpopuler

      1

      2

      3

      4

      5

      Berita Terkini

      Saudi Minta Bantuan...

      Meski Tikam Kawannya...

      Pemberontak Houthi Serang...

      Sabuk Pertahanan Dirobek...

      Iran Klaim Pertemuan...

      Meski Diwarnai Penembakan...

      Komentar
      Additional JS