Terungkap 3 Opsi Terkait Iran yang Dibicarakan Trump dan Netanyahu Secara Tertutup - Republika
Tujuan utama Israel mencegah Iran memiliki nuklir.
EPA/SHAHZAIB AKBER Para pendukung Majlis-e-Wahdat-e-Muslimeen memegang potret Pemimpin Tertinggi Iran, mendiang Ayatollah Ali Khamenei, dan putranya, Sayyid Mojtaba Khamenei, dalam acara belasungkawa dan upacara pembaruan ikrar setia di Karachi, Pakistan, Senin (6/7/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV-Media-media Israel pada Rabu (30/7/2026) melaporkan, mengutip seorang pejabat senior Israel, bahwa pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa membahas tiga opsi terkait Iran: kesepakatan diplomatik, peningkatan tekanan ekonomi, atau serangan militer berskala besar.
Pejabat tersebut menjelaskan bahwa tekanan ekonomi terhadap Teheran terus meningkat. Namun, opsi militer masih tetap berada di atas meja.
Menurutnya, Iran yang saat ini berada dalam kondisi melemah dan terhalang untuk melakukan konfrontasi langsung dengan Israel, memahami bahwa setiap serangan terhadap Israel akan dibalas dengan kekuatan yang sangat besar.
Ia juga menyebutkan bahwa Netanyahu menegaskan kepada Trump bahwa tujuan utama Israel adalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir, bukan mendorong terjadinya konfrontasi militer.
Menurut sumber yang sama, dikutip Aljazeera, Iran masih melakukan pengayaan uranium di fasilitas yang dikenal sebagai "Jabal al-Fa's" (Gunung Kapak).
Meski demikian, proyek nuklir Iran disebut telah menerima pukulan berat setelah sekitar 20 ilmuwan nuklir tewas dan sejumlah fasilitas sentrifugal mengalami kerusakan.
Pejabat itu juga mengungkapkan bahwa kemampuan Iran dalam memproduksi rudal balistik telah menurun. Namun, berdasarkan estimasi yang ada, Teheran masih memiliki sekitar 1.500 hingga 1.600 rudal balistik.
Pejabat politik senior tersebut juga menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mujtaba Khamenei, dipastikan masih hidup.
Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya beredar laporan yang menyebutkan kemungkinan ia meninggal dunia akibat luka yang dideritanya dalam serangan udara yang menewaskan ayahnya, mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, pada awal perang.
Dalam isu lain, pejabat tersebut mengatakan bahwa Netanyahu menunjukkan kepada Trump sejumlah peta yang menggambarkan bahwa keberadaan pasukan Israel di Suriah bersifat terbatas dan hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keamanan, menurut klaim Israel.
Ia juga mengungkapkan bahwa Israel sedang mempertimbangkan pelaksanaan operasi militer tambahan di kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat yang diduduki. Netanyahu disebut telah menginstruksikan institusi keamanan Israel untuk menyiapkan rencana terkait hal tersebut.
Halaman 2 / 6
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (28/7/2026) menerima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.
Pertemuan ini menjadi yang kedelapan antara keduanya sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden, setelah Netanyahu tiba di Amerika Serikat pada Senin sebelumnya.
Pertemuan tersebut merupakan yang pertama antara Trump dan Netanyahu sejak Februari lalu, yakni sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi serangan udara bersama terhadap Iran.
Pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu digelar tanpa kehadiran media, tanpa konferensi pers bersama, dan tanpa sesi tanya jawab dengan wartawan.
Menurut sejumlah media Israel, dilansir Aljazeera, Rabu (29/7/2026), pertemuan berlangsung selama satu jam dua puluh menit, namun tidak ada rincian mengenai isi pembicaraan maupun hasil yang dicapai.
Dalam konteks yang sama, Channel 13 Israel melaporkan bahwa seluruh pertemuan berlangsung dalam format pleno yang melibatkan kedua delegasi.
Tidak ada sesi tatap muka empat mata antara Trump dan Netanyahu sebagaimana lazim terjadi dalam pertemuan-pertemuan penting semacam ini.
Berdasarkan foto-foto yang dirilis kantor Perdana Menteri Israel, selain Trump dan Netanyahu, sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Amerika Serikat turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Di antaranya Wakil Presiden J D Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) John Ratcliffe, serta Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah Steve Witkoff.
Halaman 3 / 6
Hingga kini Trump belum memberikan pernyataan langsung mengenai hasil pembicaraan tersebut.
Namun, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt melalui akun X menyatakan bahwa dua pertemuan yang dilakukan Presiden Trump pada hari yang sama di Washington—masing-masing dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu—berlangsung secara positif dan produktif.
Sementara itu, Netanyahu menyebut pertemuannya dengan Trump sebagai pertemuan yang sangat baik dan mencerminkan kemitraan penuh serta dukungan timbal balik antara kedua negara.
Dia juga menegaskan bahwa dirinya dan Trump memiliki kesepahaman mengenai tujuan bersama agar Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Meski dianggap penting dan kedua pihak menekankan suasana positif, pertemuan tersebut berlangsung dengan eksposur media yang sangat terbatas.
Tidak ada konferensi pers, tidak ada pernyataan bersama, dan hingga kini belum dipublikasikan rekaman video dari jalannya pertemuan.
Foto-foto yang beredar pun hanya berasal dari pihak Israel. Selain itu, agenda hanya mencakup pertemuan pleno kedua delegasi tanpa sesi bilateral tertutup antara kedua pemimpin.
Di sisi lain, Otoritas Penyiaran Israel melaporkan bahwa Duta Besar Israel untuk Washington hadir dalam pertemuan tersebut dengan membawa sejumlah peta.
Menurut lembaga penyiaran itu, hal tersebut kemungkinan mencerminkan keinginan pemerintahan Trump untuk melihat penarikan tambahan pasukan Israel dari Lebanon.
Halaman 4 / 6
Sebelum pertemuan berlangsung, Trump dalam wawancara dengan Fox News menegaskan bahwa Amerika Serikat saat ini berada dalam posisi yang sangat kuat.
Dia kembali menyatakan kesiapannya untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran apabila upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan mengalami kegagalan.
Saat menjelaskan alasannya lebih memilih jalur damai, Trump mengatakan, “Kita harus mempertimbangkan nasib sekitar 91 juta orang yang mungkin akan kehilangan listrik dan jembatan-jembatan mereka. Ini adalah persoalan yang memerlukan keseimbangan yang sangat hati-hati. Namun saat ini kita berada dalam posisi yang sangat kuat, dan mereka tahu bahwa saya akan mengambil langkah tersebut jika tidak tercapai kesepakatan.”
Trump juga kembali mengancam akan menargetkan fasilitas bawah tanah Iran di Gunung Al-Fas, sebuah kompleks pertahanan yang berada jauh di bawah permukaan tanah dekat salah satu lokasi utama program nuklir Iran.
“Jika kita tidak mencapai kesepakatan, maka kita akan menghancurkannya dengan sangat mudah,” kata Trump.
Koresponden Aljazeera di Washington, Wijd Waqfi, melaporkan bahwa Netanyahu memasuki Gedung Putih melalui pintu belakang.
Sementara itu, koresponden Al Jazeera di Palestina, Ilyas Karam, menilai langkah tersebut dipahami di Israel sebagai indikasi bahwa pihak Amerika tidak ingin menampilkan pertemuan tersebut secara terbuka sejak awal.
Menurutnya, bukan tidak mungkin foto atau rekaman video akan dipublikasikan pada tahap berikutnya.
Karam menambahkan bahwa Netanyahu telah berupaya mengatur pertemuan ini selama sekitar dua pekan terakhir.
Halaman 5 / 6
Sejumlah bocoran dari Gedung Putih bahkan menyebut bahwa pihak Israel sempat berusaha mempromosikan rencana pertemuan itu kepada media sebelum memperoleh persetujuan resmi.
Dia juga menyebut bahwa momentum pemakaman Senator Lindsey Graham turut berperan dalam terlaksananya pertemuan tersebut.
Menurut Karam, beberapa pekan terakhir ditandai oleh meningkatnya perbedaan pandangan antara Trump dan Netanyahu.
Dia merujuk pada laporan media yang menyebut adanya percakapan telepon bernada tinggi antara kedua pemimpin, di mana Trump dikabarkan memberikan teguran keras kepada Netanyahu terkait sejumlah langkah Israel yang dianggap Washington tidak sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat.
Media-media Israel bahkan melaporkan bahwa komunikasi antara keduanya sempat terhenti untuk periode yang tidak biasa, setelah sebelumnya mereka berkomunikasi hampir setiap hari selama berlangsungnya perang.
Karam menilai bahwa Netanyahu datang ke Washington dengan tujuan mendorong Amerika Serikat agar mengambil langkah militer yang lebih intensif terhadap Iran.
Menurut pandangan Israel, perang terakhir belum berhasil mencapai tujuan yang telah diumumkan sebelumnya.
Dia juga memperkirakan bahwa Netanyahu akan berupaya meyakinkan Trump bahwa jalur diplomasi dan kesepakatan kerangka yang sedang dibahas dengan Iran tidak cukup memenuhi kepentingan Israel.
Halaman 6 / 6
Pandangan ini didasarkan pada pernyataan sejumlah pejabat Israel yang menilai kesepakatan tersebut mencerminkan sikap lemah dan kemunduran.
Menjelang berlangsungnya pertemuan, sejumlah demonstran pro-Palestina berkumpul di depan Gedung Putih di Washington. Mereka membawa bendera Palestina dan berbagai poster yang mengkritik dukungan Amerika Serikat terhadap Israel.
Para demonstran juga mengangkat spanduk yang menuntut dihentikannya apa yang mereka sebut sebagai genosida di Jalur Gaza.
Salah seorang peserta aksi bahkan meminta pemerintah Amerika Serikat melaksanakan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Benjamin Netanyahu.
Sebelumnya, Trump telah menyatakan bahwa Netanyahu tidak akan ditangkap selama berada di wilayah Amerika Serikat.
Sementara itu di Israel, sekitar 600 mantan pejabat dari militer, Mossad, Shin Bet, dan korps diplomatik mengirimkan surat kepada Presiden Donald Trump.
Dalam surat tersebut mereka meminta Trump membahas isu yang mereka sebut sebagai terorisme pemukim Yahudi di Tepi Barat saat bertemu Netanyahu.
Para mantan pejabat itu memperingatkan bahwa meningkatnya kekerasan di Tepi Barat dapat menimbulkan dampak serius terhadap keamanan Israel.
Mereka bahkan menilai bahwa Trump adalah satu-satunya pihak yang mampu mencegah terjadinya apa yang mereka sebut sebagai bencana.
Berita Terkait
Iran Targetkan Bom Fasilitas Energi di Saudi, Kuwait Hingga UEA Jika AS Kembali Menyerang
Dunia - 02 August 2026, 08:47
Dikawal Amerika, Dua Kapal Tanker Tetap tak Lolos dari Serangan Iran
Internasional - 01 August 2026, 08:18
Konferensi Keamanan Nasional: 7 Kegagalan yang Menghantui Israel dari Perang Bertubi-tubi
Dunia - 31 July 2026, 13:50
Timur Tengah di Tubir Perang Besar
Internasional - 29 July 2026, 23:32
Arab Saudi Lancarkan Serangan ke Target Milisi yang Didukung Iran di Irak
Dunia - 29 July 2026, 19:23