Rudal Pencegat Patriot Ukraina Habis Jadi Kesempatan Emas bagi Rusia Bombardir Kyiv - SindoNews
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Sabtu, 01 Agustus 2026 - 16:37 WIB
Rudal pencet Patrot Ukraina habis jadi kesempatan emas bagi Rusia bombardir Kyiv. Foto/X/@saintjavelin
A A A
MOSKOW - Rusia membombardir ibu kota Ukraina, Kyiv, dengan rudal balistik, menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai 28 lainnya, termasuk empat anak.
Menurut Walikota Kyiv Vitali Klitschko, Serangan udara terjadi pada Sabtu pagi, memicu lebih dari puluhan ledakan yang menggema di seluruh kota.
Kebakaran terjadi di seluruh Kyiv dan pemadaman listrik dilaporkan di beberapa daerah. Klitschko mengatakan sebuah bangunan tempat tinggal di distrik Shevchenkivskyi sebagian hancur, menjebak orang-orang di dalamnya. Lantai pertama dan kedua bangunan yang rusak sebagian runtuh, katanya. Beberapa gudang juga terbakar, katanya.
Ini adalah serangan besar kedua di Kyiv minggu ini. Serangan itu terjadi dua hari setelah rudal jelajah Rusia yang diduga mendarat di Polandia selama serangan besar di Ukraina. Serangan pada hari Kamis itu menewaskan sembilan orang, termasuk enam anggota satu keluarga di sebuah desa dekat Kryvyi Rih.
Rusia telah meningkatkan serangannya menggunakan rudal balistik ke Ukraina dalam beberapa bulan terakhir, sementara Kyiv saat ini kekurangan amunisi pencegat Patriot, yang sangat penting untuk bertahan melawan serangan tersebut. Sebagai balasan, Ukraina mengintensifkan serangannya ke wilayah Rusia, terutama menargetkan depot minyak.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah mendesak sekutu untuk memberikan lebih banyak dukungan, dan telah bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk mendapatkan lisensi pembuatan rudal pencegat Patriot.
Pada hari Jumat, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pembicaraan sedang berlangsung, tetapi Washington belum menyetujui proposal tersebut, dan harus "sangat berhati-hati dalam membiarkan seseorang membangunnya", meskipun awalnya mengatakan awal bulan ini bahwa ia telah setuju untuk memberikan lisensi kepada Ukraina.
“Anda harus sangat bijaksana, tetapi Anda harus sangat berhati-hati,” kata Trump pada hari Jumat. “Sekarang kami belum menyetujuinya. Kami sedang membicarakannya, tetapi memberikan teknologi semacam itu adalah hal yang sulit. Dan saya rasa ini tidak akan pernah terjadi, tetapi, Anda tahu, ada orang-orang yang Anda beri teknologi itu, mereka bisa saja suatu hari nanti berbalik melawan Anda.”
Melansir RT, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya melakukan serangan gabungan skala besar lainnya semalam menggunakan senjata darat dan laut berpresisi tinggi serta drone serang jarak jauh.
Serangan tersebut menargetkan perusahaan industri pertahanan Ukraina dan pusat logistik di Kiev dan wilayah sekitarnya yang terlibat dalam "produksi, penyimpanan, dan pengiriman berbagai jenis rudal, drone, sistem radar, dan peralatan perang elektronik," kata kementerian tersebut.
Ledakan pertama di Kiev terdengar tak lama setelah pukul 1 dini hari waktu setempat, dengan ledakan lebih lanjut dilaporkan dalam beberapa gelombang hingga pukul 3 dini hari. Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan ledakan dan kebakaran beruntun di seluruh ibu kota Ukraina, tetapi lokasi pasti dan jenis fasilitas yang terkena sulit untuk diverifikasi.
Pihak berwenang Ukraina sangat membatasi informasi tentang lokasi serangan dan menghukum mereka yang membagikan rekaman dampak. Namun, video lain yang dibagikan oleh seorang saksi diduga menunjukkan pertahanan udara Kiev mencoba – dan tampaknya gagal – untuk mencegat rudal yang datang dengan sistem Patriot buatan AS.
Menurut pelacak intelijen sumber terbuka, serangan tersebut menargetkan beberapa zona industri di dekat pembangkit listrik CHP-5 dan fasilitas milik konglomerat pertahanan milik negara Ukraina, Ukroboronprom.
Serangan baru ini terjadi hanya 48 jam setelah pasukan Rusia menargetkan pabrik Mayak di Kiev, yang memproduksi komponen untuk drone kamikaze FP-1 dan FP-2, serta pabrik drone lain di ibu kota Ukraina.
Serangan pada hari Kamis, menurut kementerian, juga menargetkan lapangan terbang, fasilitas industri pertahanan, infrastruktur telekomunikasi, dan pusat logistik di Lviv, serta di wilayah Ivano-Frankivsk, Zhitomir, Rovno, Vinnitsa, dan Dnepropetrovsk.
Moskow menegaskan bahwa mereka hanya menargetkan instalasi militer dan instalasi dwiguna sebagai tanggapan terhadap "serangan teroris" Ukraina yang tidak pandang bulu.
Ukraina telah mengintensifkan serangannya terhadap infrastruktur sipil dan kapal komersial Rusia sejak Vladimir Zelensky mengumumkan "kampanye tekanan" selama 40 hari terhadap Moskow bulan lalu. Pejabat Ukraina mengatakan kampanye tersebut dimaksudkan untuk merusak ekonomi Rusia dan membuat masyarakat merasakan dampak konflik secara lebih langsung.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Terpopuler
1
2
3
4
5





