Netanyahu Jadikan Mojtaba Khamenei dan Zohran Mamdani Materi Kampanye - Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325690/original/086966200_1786910693-Untitled.jpg)
Baliho itu kemudian mendapat respons dari sejumlah politikus dan partai politik Israel yang membuat versi tandingan dengan mengganti tokoh maupun pesannya.
Yashar, partai yang dipimpin mantan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Gadi Eisenkot, mengunggah versi dengan tulisan: "Mereka ingin IDF runtuh, jangan biarkan Netanyahu menang."
"Netanyahu, kami sudah memperbaikinya untuk Anda,” tulis Yashar di X/Twitter. “Hanya Eisenkot yang akan membentuk pemerintahan yang sepenuhnya Zionis."
Anggota Knesset Naama Lazimi juga membuat versi lain. Ia mengganti foto dalam baliho dengan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, mantan penasihat strategis Netanyahu Yonatan Urich, mantan juru bicara keamanan Netanyahu Eli Feldstein, serta mantan penasihat politik Netanyahu Srulik Einhorn.
Keempat nama tersebut diyakini terkait dengan kasus Qatargate, yakni penyelidikan terhadap sejumlah pembantu Netanyahu yang diduga menerima bayaran dari Qatar ketika menangani perundingan pembebasan sandera dengan Hamas.
Lazimi kemudian membalik pesan asli baliho Likud sebagai sindiran. Dalam versinya, ia menulis bahwa keempat tokoh tersebut "ingin Netanyahu menang", disusul kalimat: "Jangan biarkan mereka kalah."
"Netanyahu, saya sudah memperbaruinya menjadi versi Qatargate," tulis Lazimi. "Tagihannya akan saya kirim pada 7 Oktober."
Berdasarkan jajak pendapat sejauh ini, Yashar berada di posisi teratas dengan proyeksi 24 kursi di Knesset. Likud diproyeksikan memperoleh 22 kursi, sedangkan B'Yachad yang dipimpin Naftali Bennett mendapat 15 kursi.