Kronologi 298 Orang Hilang di Jeju Korea Selatan, Polisi Diduga Sengaja Abaikan Kasus Meski 4 Mayat Telah Ditemukan - Grid

Grid.ID - Kronologi 298 orang hilang di Jeju, Korea Selatan akhirnya mendapat sorotan tajam. Ditambah lagi, polisi diduga sengaja mengabaikan kasus orang hilang itu meski beberapa mayat berhasil ditemukan.
Usut punya usut, penemuan empat mayat itu terjadi dalam kurun waktu tiga hari saja. Dan kuat dugaan hal ini menurut netizen terdapat skandal besar yang melibatkan oknum kepolisian setempat.
Kronologi 298 Orang Hilang di Jeju Korea Selatan
Mulanya, kasus ini mulai terungkap tatkala oknum polisi bernama Bu Mo ditangkap usai terbukti memalsukan laporan. Yakni laporan terkait orang yang hilang.
Kasus tersebut juga terbongkar saat seorang wanita bernama Jang Mi-ran dilaporkan hilang pada 12 Mei 2026 oleh pacarnya. Namun usai lapor, sekitar dua jam 30 menit kemudian, Bu Mo menghubungi pacar Jang Mi-ran dan mengatakan telah berhasil menghubungi Jang Mi-ran.
Bu Mo bahkan berseloroh dengan mengatakan Jang Mi-ran berada dalam kondisi aman, dan tidak menginginkan lokasinya diketahui. Berkas kasus hari itu pun langsung ditutup, namun pada tanggal 22 dan 24 Agustus 2026, pihak penyidik juga menemukan jenazah empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang
Mengetahui hal itu, tentu saja pacar korban merasa ada hal yang janggal. Hingga singkat cerita pihak keluarga Jang Mi-ran kembali mengajukan laporan orang hilang, namun bukan di kantor kepolisian Jeju, melainkan di Seoul pada tanggal 19 Juli.
Dilansir dari The Straits Times, penyidik kepolisian juga mencium hal janggal. Dimana dari rekaman pengawas di dekat tempat tinggal Jang Muran ditemukan telah dihapus.
Bahkan tidak ada catatan yang menunjukkan Bu Mo atau pihak polisi di Jeju pernah benar-benar menghubungi. Setelahnya pada tanggal 22 dan 24 Agustus 2026, pihak penyidik juga menemukan jenazah empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang, termasuk Jang Mi-ran.
Ya, Jang Mi-ran akhirnya ditemukan usai 104 hari hilang. Dan tiga mayat lainnya adalah laki-laki, di antaranya dua orang berusia 60-an dan satu orang berusia 70-an. Dalam penelusurannya, polisi juga menemukan bahwa Bu juga memalsukan data kasus korban pria berusia 60-an dengan cara yang serupa.
Hingga saat ini semua korban masih diautopsi untuk melihat penyebab kematiannya. Meski untuk kasus Jang Mi-Ran, polisi agak kesusahan melihat luka eksternal karena kondisi mayatnya yang sudah membusuk.
Sementara itu, imbas kronologi 298 orang hilang di Jeju, Korea Selatan, kepolisian Seoul sedang meninjau kembali semua 298 laporan orang hilang yang ditangani dan ditutupi oleh Bu Mo.
Di Busan, polisi sedang meninjau kasus-kasus yang diajukan dari Januari 2024 hingga Juli 2026. Dari 25.605 laporan orang hilang yang diajukan selama periode tersebut, 25.376, atau 99 persen, telah ditutup.
Bo Mo sendiri sempat dibebaskan pada 24 Agustus setelah Pengadilan Distrik Jeju memutuskan bahwa penangkapan tersebut tidak memenuhi persyaratan hukum tentang keadaan mendesak.
Namun, polisi kemudian meminta surat perintah penangkapan lagi yang resmi untuk menangkap Bu Mo pada 25 Agustus. Kemudian empat petugas lainnya termasuk kepala kantor kepolisian Jeju dicopot dan diberi sanksi administratif. (*)