Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Iran IRGC Konflik Timur Tengah Selat Hormuz Spesial

    Iran Tunjuk Eks Panglima IRGC Pimpin Dewan Keamanan, Pernah Sebut Hormuz Lebih Penting dari Bom Atom - Tribunnews

    13 min read

     

    Tangkap layar YouTube DWS News A-A+ MOHSEN REZAEI - Tangkap layar YouTube DWS News, memperlihatkan Mohsen Rezaei dalam sebuah wawancara pada Juni 2025. - Iran tunjuk eks panglima IRGC Mohsen Rezaei pimpin Dewan Keamanan saat Hormuz memanas dan perang dengan AS belum menunjukkan tanda berakhir. 
    Ringkasan Berita:
    • Iran menunjuk eks panglima IRGC Mohsen Rezaei sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
    • Rezaei pernah menyebut kendali Hormuz lebih penting daripada puluhan bom atom.
    • Pengamat Pizaro Gozali menyebut Iran justru menggenjot produksi drone tiga kali lipat di tengah klaim Trump soal kesepakatan.

    TRIBUNNEWS.COM - Iran menunjuk mantan panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohsen Rezaei sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC).

    Penunjukan ini berlangsung ketika ketegangan Iran dan Amerika Serikat (AS) belum mereda.

    Sampai hari ini, Selat Hormuz masih menjadi salah satu isu paling sensitif dalam konflik Iran vs Amerika.

    The Times of Israel yang mengutip AFP melaporkan, Rezaei menggantikan Mohammad Bagher Zolghadr yang meninggalkan jabatan tersebut.

    Juru bicara kepresidenan Iran, Mehdi Tabatabaei, mengatakan pergantian itu dilakukan setelah Zolghadr mengundurkan diri untuk menjalankan tugas baru.

    “Menyusul pengunduran diri Mohammad Bagher Zolghadr dari jabatannya sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan pengangkatannya ke fungsi baru, Presiden Masoud Pezeshkian telah menunjuk Mohsen Rezaei sebagai kepala badan ini,” kata Tabatabaei.

    Iran International melaporkan Rezaei juga ditunjuk Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei sebagai perwakilannya di SNSC.

    “Mengingat pengalaman Anda yang berharga, dengan ini saya menunjuk Anda ... sebagai wakil saya di Dewan Keamanan Nasional Tertinggi,” demikian bunyi dekrit Khamenei seperti dikutip dari Iran International.

    Dalam dekrit tersebut, Khamenei menggambarkan Rezaei sebagai veteran Perang Iran-Irak 1980-1988.

    Rezaei Kembali ke Pusat Kebijakan Keamanan

    Rezaei menggantikan Zolghadr yang baru menjabat sebagai sekretaris SNSC sejak Maret 2026.

    Baca juga: IRGC Klaim Serang Pangkalan Udara Azraq di Yordania, Sebut Tiga Jet F-35 AS Hancur

    Zolghadr juga merupakan mantan komandan senior IRGC.

    Pergantian tersebut telah menjadi pembicaraan selama beberapa hari sebelum pengumuman resmi.

    Surat kabar reformis Sazandegi sebelumnya melaporkan Zolghadr telah menawarkan pengunduran diri.

    Namun, Presiden Pezeshkian sempat memintanya untuk tetap menjabat.

    Sehari kemudian, Pezeshkian tidak membantah adanya tawaran pengunduran diri tersebut.

    “Ada beberapa perbedaan yang sedang kami coba selesaikan,” kata Pezeshkian seperti dikutip Iran International.

    Tak lama setelah itu, Rezaei diumumkan sebagai pengganti Zolghadr.

    Dengan pengalaman panjang di IRGC dan kedekatannya dengan lingkaran kepemimpinan Iran, Rezaei kini berada di salah satu posisi keamanan paling strategis di Teheran.

    Penunjukan tersebut berlangsung ketika klaim Trump mengenai kesepakatan dengan Iran masih dibantah Teheran dan Selat Hormuz tetap menjadi salah satu kartu strategis utama dalam konflik tersebut.

    Eks Panglima IRGC dengan Rekam Jejak Panjang

    Rezaei, 71 tahun, memimpin IRGC dari 1981 hingga 1997.

    Masa kepemimpinannya mencakup sebagian besar periode Perang Iran-Irak.

    Setelah meninggalkan jabatan tersebut, Rezaei menduduki sejumlah posisi politik dan keamanan tingkat tinggi.

    Ia juga pernah menjadi penasihat militer senior bagi Pemimpin Tertinggi Iran.

    Kini, Rezaei kembali berada di pusat pengambilan keputusan keamanan Iran.

    SNSC merupakan badan keamanan nasional tertinggi Iran yang mengoordinasikan kebijakan keamanan dan luar negeri.

    Dewan tersebut juga mempertemukan pejabat senior politik, militer, dan intelijen Iran.

    Rezaei Pernah Sebut Hormuz Lebih Penting dari Bom Atom

    Baca juga: AS Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Iran, IRGC Tegaskan Perlawanan Teheran Terus Berlanjut

    Penunjukan Rezaei menjadi sorotan karena pandangannya mengenai Selat Hormuz.

    Pada Juli 2026, Rezaei menyatakan kendali atas jalur strategis tersebut memiliki arti sangat besar bagi Iran.

    The Times of Israel melaporkan Rezaei mengatakan kendali atas Selat Hormuz “lebih penting daripada puluhan bom atom.”

    Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi jalur penting bagi pengiriman energi global.

    Karena itu, gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut dapat berdampak pada pasokan dan harga minyak dunia.

    Persoalan Hormuz kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kesepakatan dengan Iran mengenai pembukaan jalur tersebut semakin dekat.

    Namun, Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan Washington terkait persoalan tersebut.

    Pengamat: Iran Justru Genjot Produksi Drone

    Peneliti Asia Middle East Centre, Pizaro Gozali, mengatakan sikap Iran menunjukkan bahwa Teheran belum menganggap konflik dengan Amerika Serikat selesai.

    Dalam wawancara Kompas Pagi yang disiarkan melalui YouTube Kompas TV, Senin (10/8/2026), Pizaro mengatakan Iran justru meningkatkan produksi drone.

    “Pertama Iran membantah, ‘kami enggak pernah kok diskusi dan negosiasi sama Amerika, kamu itu diskusinya sama Oman’. Nah, dia sudah membantah pernyataan Donald Trump,” ujar Pizaro.

    Pizaro juga mempertanyakan anggapan bahwa perang Iran dan Amerika Serikat akan segera berakhir.

    “Siapa bilang perang Iran ini segera berakhir? Ini belum berakhir,” kata Pizaro.

    Menurut Pizaro, salah satu indikasinya adalah peningkatan produksi drone Iran.

    “Buktinya Iran di internalnya sendiri, dia memproduksi drone tiga kali lipat lebih banyak daripada hari-hari sebelumnya,” ujar Pizaro.

    Pernyataan tersebut merupakan analisis Pizaro dalam wawancara Kompas Pagi dan tidak disajikan sebagai data produksi yang diverifikasi secara independen.

    Hormuz Belum Otomatis Dibuka

    Pizaro juga menyoroti posisi Iran mengenai pembukaan Selat Hormuz.

    Baca juga: IRGC Tunjukkan Kontrol Penuh di Selat Hormuz, Tiga Tanker Minyak Dihentikan usai Abaikan Peringatan

    Menurutnya, kesepakatan Iran dengan Oman mengenai Hormuz tidak otomatis berarti jalur tersebut akan langsung dibuka.

    “Ada statement baru dari Iran, dia mengatakan, ‘walaupun kami sudah sepakat sama Oman dalam Selat Hormuz, bukan berarti itu otomatis dibuka’,” kata Pizaro.

    Ia kemudian menyebut adanya syarat baru yang dikaitkan dengan pembukaan jalur strategis tersebut.

    “Iran menambahkan syarat baru, ‘kami akan membuka Selat Hormuz kalau Amerika membayar kompensasi perang sebesar 300 miliar US dolar’,” ujar Pizaro.

    Baca juga: AS Gempur Puluhan Markas Militer IRGC, Ledakan Guncang Wilayah Iran Selatan

    Biodata Mohsen Rezaei

    Rezaei bukan figur baru dalam kebijakan keamanan Iran.

    Ia punya pengalaman memimpin IRGC selama 16 tahun dan kini kembali ke posisi strategis ketika Selat Hormuz menjadi pusat ketegangan Iran-AS.

    • Nama: Mohsen Rezaei
    • Nama lengkap: Mohsen Sabzevar Rezaei Mirgha'ed
    • Lahir: 1954, Iran
    • Usia: 71 tahun
    • Kebangsaan: Iran
    • Profesi: Politikus dan pejabat militer Iran
    • Pangkat: Mayor Jenderal
    • Mantan jabatan utama: Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)
    • Masa memimpin IRGC: 1981–1997
    • Perang yang diikuti: Perang Iran-Irak (1980–1988)
    • Jabatan politik: Sekretaris Dewan Kebijakan Penetapan Kepentingan (Expediency Discernment Council), 1997–2021
    • Jabatan pemerintahan: Wakil Presiden Iran bidang Ekonomi, 2021–2024
    • Jabatan terbaru: Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC), 2026
    • Posisi di SNSC: Perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
    • Latar belakang: Veteran IRGC dan Perang Iran-Irak

    (Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

    Komentar
    Additional JS