Iran Ajukan Syarat ke AS untuk Buka Kembali Selat Hormuz - Investor id
Penulis : Happy Amanda Amalia
10 Aug 2026 | 14:58 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. (ANTARA/Anadolu/py)
DUBAI, Investor.id — Iran menyatakan hampir mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai jalur pelayaran baru melalui Selat Hormuz. Namun, Teheran menegaskan jalur strategis tersebut baru akan dibuka kembali jika Amerika Serikat (AS) memenuhi sejumlah tuntutan, termasuk pembayaran kompensasi, pencabutan sanksi, dan penghentian ancaman militer.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araqchi mengatakan, kesepakatan dengan Oman saat ini telah memasuki tahap akhir. Kesepakatan tersebut akan mengatur jalur pelayaran baru yang digunakan setelah AS memenuhi syarat yang diajukan Iran.
Selat Hormuz sebelumnya menjadi salah satu jalur utama pengiriman minyak dan gas sebelum Iran memblokadenya sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel terhadap Teheran yang dimulai pada akhir Februari 2026
Menurut Araqchi, Iran belum bersedia membuka kembali selat itu sebelum Washington memenuhi tuntutan Teheran. Selain kompensasi atas kerusakan akibat serangan terhadap Iran, tuntutan tersebut mencakup penghentian ancaman AS, pencabutan blokade angkatan laut di Teluk, penghapusan sanksi, serta pembebasan aset Iran yang dibekukan.
Sekretaris badan keamanan nasional tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, juga meminta penghentian serangan terhadap Iran dan sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, serta Irak.
Iran dan AS saat ini belum melakukan perundingan secara langsung. Araqchi mengatakan komunikasi kedua pihak masih berlangsung melalui perantara.
Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa Washington saat ini hanya melakukan negosiasi secara terbatas dengan Teheran.
“Kami hanya setengah bernegosiasi dengan mereka. Kami hanya mengamati Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan kenyataan bahwa mereka tidak memiliki uang,” kata Trump dalam wawancara dengan Axios, seperti dikutip Reuters pada Senin (10/08/2026)
AS Siap Cabut Blokade
Washington dan Teheran sebelumnya menyepakati gencatan senjata pada Juni. Namun, AS kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran di Teluk pada Juli.
Teheran menilai langkah itu melanggar kesepakatan sementara yang sebelumnya dicapai kedua negara.
Seorang pejabat AS mengatakan Washington akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran setelah kesepakatan untuk memulihkan pelayaran komersial tanpa hambatan diumumkan.
Namun, pelaksanaan langkah AS akan bergantung pada pemenuhan komitmen oleh Iran.
Skema tersebut menunjukkan kedua pihak masih membahas urutan pelaksanaan kesepakatan. Sejumlah sumber sebelumnya menyebut rencana yang tengah dibicarakan berpotensi memberikan Iran kendali lebih besar terhadap lalu lintas kapal yang memasuki Teluk melalui Selat Hormuz.
Pelaku industri pelayaran menilai skema tersebut tidak mudah diterapkan.
Ketegangan di kawasan juga masih berlangsung. Uni Emirat Arab pada Sabtu menyatakan Iran menyerang sebuah kapal yang terafiliasi dengan perusahaan minyak milik negara UEA. Iran belum memberikan tanggapan langsung atas tuduhan tersebut.
Serangan Houthi Ikut Meningkat
Situasi di Selat Hormuz berlangsung bersamaan dengan meningkatnya serangan kelompok Houthi di Yaman, yang merupakan sekutu Iran. Houthi menargetkan kapal-kapal yang melintasi jalur strategis antara Laut Merah dan Teluk Aden. Kelompok tersebut juga sebelumnya mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah.
Pada Minggu, Houthi mengklaim menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco. Sementara Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi terjadi kebakaran di fasilitas tersebut, tetapi mengatakan api berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan korban luka. Pemerintah Saudi tidak menyebut penyebab kebakaran.
Serangan itu terjadi dua hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan di tengah meningkatnya ketidakstabilan kawasan.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut tidak ditujukan terhadap Iran maupun negara lain, melainkan sebagai komitmen umum guna mendukung keamanan.
Pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman juga meningkat. Militer Yaman mengatakan tujuh orang, termasuk personel militer dan warga sipil, tewas dalam serangan Houthi di kota pelabuhan Mocha. Pertahanan udara Yaman disebut berhasil menembak jatuh 11 drone Houthi yang terlibat dalam serangan tersebut.
Editor: Happy Amanda Amalia
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
BAGIKAN





