Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo kini telah menewaskan 2.325 orang. Angka ini melampaui rekor sebelumnya, yakni 2.299 kematian pada 2018-2020, menurut data pemerintah pada Senin (17/08).
Kematian tersebut berasal dari 4.945 kasus terkonfirmasi. Penyakit ini menular melalui cairan tubuh yang terinfeksi. Hal tersebut dapat menyebabkan demam, muntah, diare, dan jika parah, pendarahan internal serta eksternal.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut wabah ini "berkembang paling cepat dalam catatan sejarah" dan menewaskan satu orang setiap setengah jam di Kongo.
Wabah tersebut kini menjadi kedua paling mematikan setelah wabah di Afrika Barat pada 2014-2016.
Saat itu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tercatat 28.616 kasus dan 11.310 kematian di Ginea, Liberia, dan Siera Leoni.
Virus tetap jadi ancaman kesehatan bagi manusia. Walaupun ilmuwan sudah berhasil temukan vaksin untuk sejumlah virus, beberapa tetap menjadi ancaman. Berikut 8 virus yang paling berbahaya.
Foto: Christian Ohde/CHROMORANGE/picture alliance
Virus corona SARS-CoV-2 yang memicu pandemi Covid-19 tiba-tiba muncul di kota Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019. Ketika itu ratusan orang diserang penyakit misterius mirip pneumonia dengan angka fatalitas sangat tinggi. Virus corona menyebar cepat ke seluruh dunia, menjadi pandemi yang mematikan. Hingga akhir Juli 2021, sedikitnya 205 juta orang terinfeksi dan 4,32 juta meninggal akibat Covid-19.
Foto: Christian Ohde/CHROMORANGE/picture alliance
Virus paling berbahaya adalah virus Marburg. Namanya berasal dari kota kecil di sungai Lahn yang tidak ada hubungannya dengan penyakit tersebut. Virus Marburg adalah virus yang menyebabkan demam berdarah. Seperti Ebola, virus Marburg menyerang membran mukosa, kulit dan organ tubuh. Tingkat fatalitas mencapai 90 persen.
Foto: picture alliance/dpa
Ada lima jenis virus Ebola, yakni: Zaire, Sudan, Tai Forest, Bundibugyo dan Reston. Virus Ebola Zaire adalah yang paling mematikan. Angka mortalitasnya 90%. Inilah jenis yang pernah menyebar antara lain di Guinea, Sierra Leone dan Liberia. Menurut ilmuwan kemungkinan kalong menjadi hewan yang menyebarkan virus ebola zaire ke kota-kota.
Foto: picture-alliance/NIAID/BSIP
Virus ini adalah salah satu yang paling mematikan di jaman modern. Sejak pertama kali dikenali tahun 1980-an, lebih dari 35 juta orang meninggal karena terinfeksi virus ini. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, dan melemahkan pertahanan terhadap infeksi dan sejumlah tipe kanker. (Gambar: ilustrasi partikel virus HIV di dalam darah.)
Foto: Imago Images/Science Photo Library
Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue. Ada beberapa jenis nyamuk yang menularkan virus tersebut. Demam dengue dapat membahayakan nyawa penderita. Antara lain lewat pendarahan, kebocoran pembuluh darah dan tekanan darah rendah. Dua milyar orang tinggal di kawasan yang terancam oleh demam dengue, termasuk di Indonesia.
Foto: picture-alliance/dpa
Virus ini bisa diitemukan pada hewan pengerat seperti tikus. Manusia dapat tertular bila melakukan kontak dengan hewan dan kotorannya. Hanta berasal dari nama sungai dimana tentara AS diduga pertama kali terinfeksi virus tersebut saat Perang Korea tahun 1950. Gejalanya termasuk penyakit paru-paru, demam dan gagal ginjal.
Foto: REUTERS
Berbagai kasus flu burung menyebabkan panik global. Tidak heran tingkat kematiannya mencapai 70 persen. Tapi sebenarnya, resiko tertular H5N1 cukup rendah. Manusia hanya bisa terinfeksi melalui kontak langsung dengan unggas. Ini penyebab mengapa kebanyakan korban ditemukan di Asia, di mana warga biasa tinggal dekat dengan ayam atau burung.
Foto: AP
Seorang perawat di Nigeria adalah orang pertama yang terinfeksi virus Lassa. Virus ini dibawa oleh hewan pengerat. Kasusnya bisa menjadi endemis, yang artinya virus muncul di wilayah khusus, bagian barat Afrika, dan dapat kembali mewabah di sana setiap saat. Ilmuwan memperkirakan 15 persen hewan pengerat di daerah Afrika barat menjadi pembawa virus tersebut. (Sumber tambahan: livescience, Ed.: ml)
Foto: picture-alliance/dpa
Bagaimana wabah Ebola menyebar di Kongo?
Wabah saat ini merupakan wabah Ebola ke-17 di Kongo dan disebabkan oleh spesies Bundibugyo.
Beberapa pekan sebelum pengumuman wabah pada 15 Mei, penyebarannya telah ada di Provinsi Ituri, Kongo timur laut. Kini, wabah telah menyebar ke lima provinsi lainnya.
Tingkat kematian tinggi
Menurut data pemerintah, tingkat kematian kasus naik dari sekitar 20% pada awal Juni menjadi 46% saat ini. Angka ini merupakan proporsi kematian dari mereka yang telah dikonfirmasi terinfeksi.
Artinya, hampir satu dari setiap dua kasus terkonfirmasi berakhir dengan kematian.