Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Konflik Rusia Ukraina Korea Selatan Korea Utara Spesial Ukraina

    AS-Korsel Simulasi Perang Waspada Taktik Baru Tentara Korut di Ukraina - CNN Indonesia

    4 min read

     



    Militer Korsel & AS akan menggelar latihan militer "Ulchi Freedom Shield" pekan depan untuk menghadapi pertahanan melawan pasukan Korea Utara. (Foto: via REUTERS/Lee Jin-man)

    Jakarta, CNN Indonesia --

    Militer Korea Selatan dan Amerika Serikat akan menggelar latihan militer "Ulchi Freedom Shield" pekan depan. Latihan tersebut merupakan agenda rutin musim panas bagi pasukan kedua negara untuk menghadapi pertahanan melawan pasukan Korea Utara.

    Juru bicara Komando Pasukan Gabungan AS dan Korea Selatan, Kolonel Ryan Donald, mengatakan latihan ini akan dimulai pada 17 Agustus dan berlangsung selama 11 hari.

    Latihan ini juga digelar mempertimbangkan perubahan karakter peperangan setelah pasukan Korea Utara memperoleh pengalaman di medan perang Ukraina.

    "Mereka telah mengambil pelajaran yang mereka peroleh di sana dan membawanya kembali ke Korea Utara," kata Ryan.

    Latihan tersebut melibatkan 18.000 pasukan Korea Selatan dan rekan-rekan mereka dari kontingen AS yang berjumlah 28.500 di negara itu. Latihan tahun ini akan memberikan perhatian lebih besar terhadap perang drone, gangguan sistem GPS, dan serangan siber.

    Dikutip AFP, Pyongyang mengecam latihan tersebut sebagai gladi bersih untuk invasi.

    Korea Utara telah mempererat hubungannya dengan Rusia sejak Kremlin memerintahkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022.

    Menurut para analis, Pyongyang telah mengirimkan pasukan dan amunisi untuk perang Moskow untuk mendukung perang Rusia dengan imbalan bantuan finansial, makanan, energi, serta teknologi militer.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dalam sebuah pesan di media sosial pada hari Minggu bahwa "keputusan telah dibuat untuk menempatkan 30.000 hingga 50.000 warga Korea Utara di wilayah Rusia".

    Zelensky menilai pengalaman tersebut berpotensi menjadi ancaman bagi negara-negara lain di kawasan Pasifik.

    Di sisi lain, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengambil pendekatan yang lebih moderat terhadap Korea Utara sejak menjabat pada Juni 2025.

    Lee menawarkan dialog kepada Pyongyang tanpa prasyarat. Namun, pemerintah Korea Utara belum memberikan tanggapan terhadap tawaran dialog tersebut.

    Kondisi tersebut membuat Korea Selatan dan AS tetap mempertahankan latihan tersebut sebagai bagian dari upaya menghadapi perkembangan kemampuan militer Korea Utara.

    (sya/rds)

    Komentar
    Additional JS