Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Benjamin Netanyahu Berita Donald Trump Featured Konflik Timur Tengah Netanyahu Nuklir Spesial

    Trump Gerah Netanyahu Umbar Rahasia Nuklir Iran ke Publik: Harusnya Beritahu Saya Dulu! - Tribunnews

    8 min read

     


    Ringkasan Berita:
    • Trump mengaku gerah dan frustrasi terhadap PM Israel Benjamin Netanyahu yang mengumbar fasilitas nuklir rahasia Iran di Gunung Pickaxe ke publik dunia alih-alih melapor langsung kepadanya
    • Dalam wawancara dengan Fox News, Trump juga menegaskan tidak butuh intelijen dari Netanyahu dan mempertanyakan alasan Netanyahu memberitahu dunia ketimbang dirinya
    • Trump sendiri menganggap masalah ini bukan hal besar sembari  menegaskan kemampuan militer AS untuk melumpuhkan fasilitas Iran

    TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan terselip dalam dinamika hubungan Amerika Serikat dan Israel dalam rangka kedatangan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, ke Washington.

    Hal ini terlihat dalam respons Presiden AS, Donald Trump, yang secara terbuka meluapkan rasa gerah dan frustrasinya terhadap Netanyahu terkait pembahasan strategi dalam konflik Iran ke publik.

    Trump sendiri merasa kesal lantaran Netanyahu memilih mengumbar perkembangan informasi terkait fasilitas nuklir rahasia Iran di Gunung Pickaxe atau  Kuh-e Kolang Gaz La ke hadapan publik dunia.

    Kekecewaan Trump didasari oleh tingkah Netanyahu yang lebih memilih melaporkan perkembangan tersebut di hadapan publik internasional alih-alih melaporkan informasi tersebut secara langsung kepada dirinya.

    Kegerahan ini mencuat menjelang pertemuan penting mereka pada Selasa ini (28/7/2026) dalam upaya terbaru Netanyahu yang dinilai ingin agar Trump tetap terlibat aktif dalam pusaran konflik kawasan Timur Tengah.

    Kegerahan Trump Atas Sikap Netanyahu

    Baca juga: Israel Panik jika AS Jual F-35 ke Turki, Trump Justru Puji Erdogan: Sekutu Luar Biasa

    Dalam wawancara eksklusif bersama Fox News, Trump menyinggung soal informasi situs nuklir rahasia yang diumbar Netanyahu kepada publik tersebut.

    Trump secara tegas menekankan bahwa dirinya sama sekali tidak bergantung pada informasi intelijen dari Netanyahu terkait situs nuklir Iran tersebut. 

    Meski Perdana Menteri Israel itu berencana membawa isu Gunung Pickaxe dalam pertemuan mereka, Trump justru mempertanyakan keputusan Netanyahu yang memilih jalan terbuka alih-alih jalur komunikasi privat.

    "Mengapa kamu tidak bilang padaku saja? Mengapa kamu harus memberitahu dunia?" tanya Trump meluapkan kekesalannya.

    Ia pun menegaskan posisinya dengan pernyataan yang blak-blakan kepada Netanyahu.

    "Saya tidak butuh Bibi (Netanyahu) untuk memberi tahu saya terkait hal-hal berbau intelijen tersebut." sambungnya.

    Kendati melontarkan kekesalan terhadap cara Netanyahu membeberkan informasi Iran kepada publik, Trump menilai persoalan fasilitas nuklir tersebut bukanlah hal yang begitu penting untuk difokuskan. 

    "Ini bukan masalah besar," ungkapnya melanjutkan.

    Trump juga mengisyaratkan bahwa Washington memegang kendali penuh atas situasi militer di kawasan Timur Tengah.

    "Kami melumpuhkan fasilitas nuklir mereka, dan kami harus melumpuhkan Pickaxe jika mereka tidak membuat kesepakatan."

    Tidak berhenti di situ, Trump bahkan melontarkan sesumbar tajam mengenai kekuatan militer Amerika Serikat yang diklaim dapat melumpuhkan sebagian besar jembatan mereka dalam waktu kurang dari satu jam serta melumpuhkan seluruh pembangkit listrik Iran dalam kurun waktu sehari.

    Di sisi lain, Trump juga mengulang klaim bahwa dirinya adalah penyelamat eksistensi Israel lewat langkah penghentian program nuklir.

    "Jika saya bukan presiden hari ini, Israel tidak akan ada."

    Pemaparan Dokumen Intelijen oleh Netanyahu

    Baca juga: Perang Iran hingga Ukraina Makin Panas, Trump Panggil Netanyahu dan Zelenskyy ke AS

    Berdasarkan laporan eksklusif New York Post yang dirilis pada hari Senin waktu setempat (27/7/206) Netanyahu dijadwalkan memaparkan laporan mendalam terkait Gunung Pickaxe tersebut kepada Trump.

    Pemaparan ini berfokus pada dugaan aktivitas terselubung Iran di Gunung Pickaxe serta tudingan pembangunan kembali infrastruktur nuklir secara diam-diam.

    Laporan tersebut, menyoroti bahwa tujuan utama Netanyahu di hadapan Trump adalah membuktikan bahwa Teheran selama ini berbohong mengenai niat damai mereka dalam solusi diplomatik konflik.

    Menurut Netanyahu, Gunung Pickaxe merupakan bukti paling nyata dari kebohongan Iran yang terus melakukan pergerakan senyap dengan memindahkan infrastruktur nuklirnya langsung ke kawasan pegunungan Pickaxe.

    Jauh sebelum Netanyahu mengumbar informasi soal Gunung Pickaxe ini ke publik, informasi soal Gunung Pickaxe pertama kali diungkapkan ke publik oleh pemberitaan Wall Street Journal. 

    Berdasarkan temuan tersebut, intelijen Israel berhasil mengantongi bukti kuat bahwa Iran telah memindahkan sejumlah sentrifugal ke kompleks pegunungan tersebut tidak lama setelah Amerika Serikat dan rezim Iran meneken nota kesepahaman..

    Kompleks bawah tanah tersebut diketahui mulai dibangun secara rahasia oleh rezim Iran sejak tahun 2020.

     Lokasinya berada tepat 1,5 kilometer di sebelah selatan fasilitas nuklir utama Iran di Natanz yang merupakan titik strategis yang sebelumnya sempat menjadi sasaran empuk gempuran serangan dalam perang Iran terdahulu.

    (Tribunnews.com/Bobby)

    Komentar
    Additional JS