Politik AS Geger, Ratusan Anggota DPR AS Balik Arah Lawan Israel - Kompas
WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Hampir setengah dari perwakilan Fraksi Partai Demokrat di DPR Amerika Serikat (AS) memilih untuk menghentikan bantuan dana bagi Israel.
Hal tersebut mengemuka dalam pemungutan suara yang digelar Rabu (15/7/2026), sebagaimana dilansir Politico.
Langkah ini diambil melalui draf amendemen undang-undang belanja Kementerian Luar Negeri yang diusulkan oleh anggota Partai Republik berhaluan isolasionis, Thomas Massie.
Baca juga: Tak Lagi Solid Bela Israel, 104 Anggota DPR AS Setuju Bantuan Militer Dipangkas
Amendemen tersebut sejatinya bertujuan menghapus dana bantuan sebesar 3,3 miliar dollar AS untuk Israel.
Bantuan Militer Nyaris Dipangkas, AS-Israel Mulai Tak Solid?
Meski akhirnya gagal dengan hasil akhir 314 menolak berbanding 104 mendukung amandemen akibat kokohnya pertahanan Partai Republik, pemungutan suara ini menjadi momen krusial bagi internal Demokrat.
Sebanyak 103 dari 211 anggota Demokrat memilih "ya" untuk memutus bantuan, ditambah 10 anggota lainnya yang memilih absen.
Angka ini melonjak tajam jika dibandingkan dengan situasi dua tahun lalu. Hanya ada 37 anggota Demokrat, yang mayoritas berada di sayap kiri jauh, yang berani menyuarakan penolakan serupa.
Baca juga: Menlu dan DPR AS Ribut soal Trump Sering Tertidur saat Rapat
Keretakan di tingkat elit Demokrat
Perubahan sikap ini bahkan membelah jajaran petinggi partai hingga ke tingkat atas.
Mantan Ketua DPR AS yang juga tokoh senior Demokrat Nancy Pelosi secara mengejutkan ikut memberikan suara dukungan terhadap amendemen tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Pelosi mengaku dengan enggan mengambil keputusan itu demi mengirimkan sinyal penegasan kuat kepada sekutunya.
"Masyarakat Amerika secara tepat menuntut diakhirinya siklus perang yang berkepanjangan, dan pemerintahan Netanyahu tidak dapat mempertahankan jalannya saat ini," tegas Pelosi.
Baca juga: Trump Ngamuk Usai DPR AS Setuju Hentikan Perang Iran, Anggap Ganggu Negosiasi
Langkah Pelosi sejalan dengan perwakilan nomor dua Demokrat di DPR, Katherine Clark, yang juga memilih mendukung penghentian dana.
"Ada perasaan nyata bahwa status quo tidak dapat berlanjut," ujar Clark dalam sebuah wawancara sesaat sebelum pemungutan suara dimulai.
Pilihan politik Pelosi dan Clark bertolak belakang dengan Pemimpin Minoritas Demokrat, Hakeem Jeffries, yang memilih menolak amendemen tersebut.
Jeffries mengkritik usulan itu sebagai langkah yang dirancang dengan buruk karena berisiko memotong bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza.
Baca juga: DPR AS Muak dengan Perang Iran, Paksa Trump Tarik Pasukan Amerika
Kendati menolak, Jeffries tetap mengakui adanya desakan restrukturisasi hubungan bilateral dengan Israel.
Hal tersebut terutama karena perjanjian bantuan keamanan 10 tahun yang diteken eks Presiden Barack Obama akan kedaluwarsa akhir tahun ini.
Guna meredam perdebatan sengit di internal partainya, Jeffries sempat menggelar dua pertemuan tertutup dan meminta para anggotanya untuk memilih sesuai hati nurani mereka.
Sikap senada juga ditunjukkan oleh Gregory Meeks, anggota senior Demokrat di Komite Urusan Luar Negeri yang ikut memilih menolak pembatalan dana.
"Saya pikir itulah tujuannya memastikan bahwa Israel memenuhi standar yang kita terapkan untuk negara-negara lain. Itu hal yang tepat," kata Meeks.
Baca juga: DPR AS Desak Pemakzulan Trump, Sebut Presiden Alami Gejala Demensia
Cek kosong untuk Netanyahu berakhir
Lonjakan suara ini disambut sebagai kemenangan besar bagi kelompok progresif di DPR AS yang belakangan gencar menyuarakan protes atas penanganan perang di Gaza oleh Israel.
Peta politik internal ini juga kian bergeser di tengah kontestasi pemilu primer, di mana kandidat progresif berulang kali menumbangkan petahana dengan janji kampanye menolak dana kelompok pro-Israel.
Ketua Kaukus Progresif DPR, Greg Casar, menyatakan rasa frustrasinya atas penggunaan dana pajak masyarakat.
Baca juga: Kenapa Korea Selatan Umumkan Darurat Militer?
"Rakyat Amerika berteriak menuntut diakhirinya subsidi pajak AS untuk militer Israel," cetus Casar dalam suratnya.
Usai pemungutan suara, Casar menambahkan pesan peringatan langsung bagi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Mulai hari ini, mayoritas Demokrat di gedung ini menolak memilih untuk mengirimkan miliaran dollar senjata ke militer Israel. Hal itu mengirimkan pesan kuat kepada Netanyahu bahwa hari-hari pemberian cek kosong tanpa pertanggungjawaban untuk perang dan kejahatan perangnya telah berakhir, setidaknya dari Partai Demokrat," ungkap Casar.
Baca juga: Kaki Tangan Epstein Bungkam di Depan DPR AS, Minta Pengampunan Trump untuk Buka Suara
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang