Pakai Drone Bunuh Diri, Iran Serang Fasilitas Militer AS di Yordania - detik
Makin panas! Militer Iran menyatakan bahwa mereka menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania dengan drone bunuh diri. Serangan drone ini dilakukan pada hari Kamis (16/7) setelah Amerika Serikat melakukan gelombang serangan terbaru terhadap Iran.
"Tentara Republik Islam Iran mengumumkan bahwa... sebagai tanggapan terhadap agresi musuh, mereka menargetkan sistem komunikasi dan fasilitas penyimpanan bahan bakar militer AS di Yordania dengan menggunakan drone bunuh diri (kamikaze)," lapor televisi pemerintah Iran, IRIB, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (16/7/2026).
Tidak ada keterangan mengenai kerusakan maupun ada tidaknya korban yang ditimbulkan dari serangan drone bunuh diri Iran itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada Rabu (15/7) malam waktu setempat, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa militer AS telah menyelesaikan gelombang serangan terbarunya terhadap Iran pada pukul 9 malam waktu Washington (0100 GMT Kamis).
Pernyataan yang diposting di media sosial X itu menyebutkan bahwa militer AS menyerang target di beberapa lokasi, termasuk di Bandar Abbas, tempat pelabuhan terbesar Iran dan fasilitas utama angkatan laut dan Garda Revolusi di Selat Hormuz.
"Pasukan Amerika menyerang situs pertahanan pantai dan rudal jelajah di Pulau Tunb Raya selama gelombang serangan 90 menit," tambah militer AS tersebut.
Presiden Donald Trump sebelumnya mengancam pada Selasa malam akan menyerang jembatan dan pembangkit listrik, jika Iran tidak kembali ke meja perundingan pekan depan.
Ketika ditanya wartawan pada Rabu malam apakah ia akan memberikan tenggat waktu sebelum mengambil langkah tersebut, Trump menjawab: "Saya tidak suka memberikan tenggat waktu, tetapi mereka pada dasarnya tahu, mereka tahu apa situasinya... mereka sebaiknya bersikap baik."
Belakangan, saat berbicara di hadapan para peserta sebuah forum pertahanan, Trump mengatakan Iran "tidak senang saat ini".
"Mereka sangat ingin mencapai penyelesaian. Mereka tidak menyukai apa yang kami lakukan," katanya, dilansir BBC, Kamis (16/7/2026).
"Kita akan lihat apakah kami ingin mencapai penyelesaian dengan mereka atau apakah kami akan menuntaskan semuanya," cetus Trump.
Simak juga Video: Iran: AS Si Kriminal Terus Melanggar Hukum
(ita/ita)