Kebakaran Hutan Kanada Meluas, Ribuan Warga Mengungsi dan Asap Selimuti AS - Times Indonesia
JAKARTA – Kondisi kebakaran hutan yang melanda Kanada dilaporkan mengalami pemburukan yang sangat signifikan dalam tiga minggu terakhir.
Melalui unggahan di platform X pada Rabu (14/7), Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney mengungkapkan bahwa ribuan warga kini terpaksa angkat kaki dari kediaman mereka. Para pengungsi juga dilingkupi ketidakpastian mengenai kondisi rumah yang mereka tinggalkan.
"Situasi kebakaran hutan telah meningkat secara signifikan dalam tiga pekan terakhir di seluruh negeri, terutama di Northwestern Ontario. Ribuan orang terpaksa mengungsi meninggalkan tempat tinggal mereka dan tidak tahu apakah rumah mereka akan mampu bertahan," kata Carney, Kamis (16/7/2026).
Dampak kebakaran ini bahkan telah melintasi batas negara hingga ke Amerika Serikat. Laporan dari koresponden RIA Novosti menyebutkan bahwa langit di kawasan New York dan Boston kini mulai tertutup kabut asap pekat akibat kebakaran tersebut.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Kebakaran Hutan Antar-departemen Kanada (CIFFC), saat ini terdeteksi 843 titik kebakaran hutan yang masih aktif di seantero negeri. Dari jumlah tersebut, 181 titik api di antaranya dikategorikan berada di luar kendali petugas. Jika diakumulasikan sejak awal tahun, Kanada telah mencatat hampir 3.500 peristiwa kebakaran hutan dengan total luas lahan terdampak mencapai sekitar 1,9 juta hektare.
Di sisi lain, situasi mencekam sempat terekam dalam sebuah video dari dalam kabin kereta barang yang disiarkan oleh CBC News, Rabu. Rekaman tersebut memperlihatkan momen dramatis saat para pekerja kereta berteriak meminta bantuan darurat setelah terjebak di kepungan api.
Seiring beredarnya video tersebut secara luas di media sosial, gelombang tuntutan pertanggungjawaban pun mengarah kepada pihak operator kereta, Canadian National Rail.
Merespons insiden itu, manajemen Canadian National Rail mengonfirmasi bahwa seluruh pekerja yang sempat terjebak di dekat Armstrong, Ontario, telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sebagai langkah antisipasi menyusul peristiwa tersebut, perusahaan memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh operasional kereta di wilayah terdampak. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.