Jepang "Mendidih", Catatkan Suhu di Atas 40 Celsius Lima Hari Beruntun - Kompas
TOKYO, KOMPAS.com - Jepang mencatat panas ekstrem di atas 40 derajat Celsius untuk kelima kalinya berturut-turut pada Sabtu (25/7/2026).
Para pejabat pemerintah mengeluarkan peringatan serangan panas di beberapa wilayah negara tersebut.
Rentetan hari dengan suhu sangat panas ini menandai jumlah hari terpanjang berturut-turut sejak pencatatan dimulai pada 2010.
Sebuah istilah meteorologi baru dirilis untuk memperingatkan masyarakat tentang panas yang sangat terik di atas 40 derajat Celcius, yakni "kokushobi" yang berarti "hari sangat panas".
Gelombang Panas Mulai Hantam Asia, Jepang Catatkan Kematian
Baca juga: Banyak Warga Asing Berulah, Jepang Akan Perketat Izin Tinggal Tetap
Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), dikutip dari Straits Times, enam kota di Jepang tengah, termasuk di wilayah Aichi dan Gifu, telah melampaui ambang batas baru "kokushobi".
Dengan menggunakan sebutan ini, JMA menyatakan pada bulan April bahwa mereka akan dapat lebih efektif menyerukan kewaspadaan terhadap suhu yang sangat tinggi.
Namun, istilah tersebut tidak memicu tindakan resmi apa pun secara nasional.
Baca juga: Gelombang Panas Mulai Landa Asia, Kematian Tercatat di Jepang
14 orang dilaporkan meninggal dunia
Menurut Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana, hampir 11.000 orang mencari perawatan medis darurat di Jepang antara tanggal 13 dan 19 Juli.
Empat belas di antaranya dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit.
Badan itu menambahkan, masyarakat harus menganggap cuaca panas ekstrem ini sebagai bencana.
Jepang mengalami sekitar 1.300 kematian akibat panas setiap tahunnya dan menargetkan untuk mengurangi angka tersebut hingga setengahnya pada 2030.
Baca juga: PM Jepang Akhirnya Bisa Tidur 5 Jam, Sebelumnya Cuma 0-3 Jam Semalam
Sekitar 453 orang menerima perawatan di rumah sakit pada 23 Juli karena masalah yang berkaitan dengan panas dalam satu hari di Tokyo.
Ini merupakan jumlah tertinggi sejak pencatatan dimulai lebih dari satu dekade lalu.
Para ilmuwan mengatakan, perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia meningkatkan frekuensi dan intensitas kejadian panas ekstrem di Jepang dan tempat lain.
Jepang mengalami musim terpanas dalam sejarah pada tahun 2025.
Suhu tertinggi yang pernah tercatat pada 5 Agustus 2025 mencapai 41,8 derajat Celsius di Isesaki, sebelah utara Tokyo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Kapan Puncak Suhu Dingin akibat Bediding di Pulau Jawa? Ini Kata BMKG