Israel Gempur Nabatieh Meski Gencatan Senjata, Hizbullah Sebut Pelanggaran Terang-terangan - Tribunnews
Israel kembali menyerang Lebanon meski gencatan senjata berlaku. Hizbullah menyebut aksi itu pelanggaran terang-terangan.
Tayang:
Tangkap Layar Sky News
ISRAEL VS LEBANON. Boneka beruang di tengah reruntuhan di Kfor dekat kota Nabatieh, Lebanon. Terkini, Israel kembali menyerang Lebanon meski gencatan senjata berlaku. Hizbullah menyebut aksi itu pelanggaran terang-terangan.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Jet tempur Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Nabatieh, Lebanon selatan, meski kesepakatan gencatan senjata telah disepakati kedua pihak.
Hizbullah menuding serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan, sementara laporan media Israel mengungkap militer Tel Aviv hingga kini belum menerima perintah untuk menarik pasukan dari Lebanon.
Media Palestina Sada News melaporkan, Hizbullah menyatakan Israel terus melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata melalui serangan udara dan operasi militer di sejumlah wilayah Lebanon selatan.
Selain Nabatieh, serangan juga dilaporkan menghantam Mivdoun dan Faroun, sementara ledakan terjadi di Majdal Zoun.
Hizbullah juga menuduh Israel menghancurkan bangunan permukiman di Tyba dan Hadatha, serta menjatuhkan bom suara di dekat warga sipil di Burj Qallawi dan Barashit.
Menurut Hizbullah, seluruh tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang selama ini dipatuhi pihaknya.
Baca juga: Lebanon Rahasiakan Lampiran Perjanjian dengan Israel, Gelombang Protes Pecah di Beirut
Kelompok itu menyatakan seluruh insiden telah didokumentasikan dan menegaskan tetap memiliki hak untuk mempertahankan wilayah serta rakyat Lebanon.
Di tengah meningkatnya ketegangan, media Lebanon Al Mayadeen, mengutip laporan harian Israel Haaretz, menyebut militer Israel belum menerima instruksi resmi untuk menarik pasukan dari wilayah Lebanon.
Laporan tersebut menyebut belum ada perintah operasional bagi tentara Israel untuk mundur dari lokasi mana pun, meski pemerintah Israel dan Lebanon telah menandatangani kesepakatan keamanan pada pekan lalu.
Haaretz menyebut pembahasan mengenai penarikan pasukan masih berlangsung di tingkat politik dan militer Israel.
Salah satu opsi yang dibahas adalah penarikan dari sejumlah lokasi tertentu sebagai bagian dari paket penarikan yang lebih luas, namun keputusan akhir belum diambil.
Sementara itu, Channel 12 Israel melaporkan implementasi perjanjian gencatan senjata tidak memiliki tenggat waktu tetap.
Penarikan pasukan Israel disebut hanya akan dilakukan jika Tel Aviv menilai kondisi keamanan di lapangan telah memenuhi target yang ditetapkan.
Laporan itu juga mengungkap adanya lampiran keamanan rahasia dalam perjanjian yang, atas permintaan pemerintah Lebanon, tidak dipublikasikan kepada publik.
Di sisi lain, media Israel Kan melaporkan Amerika Serikat (AS) mengusulkan pelatihan bagi pasukan Lebanon agar dapat ditempatkan di zona demiliterisasi sebagai pengganti kehadiran militer Israel.
Baca juga: Mayor Golani IDF Tewas di Lebanon, Kesepakatan Israel-Lebanon Langsung Dikecam Ben-Gvir
Sementara itu, Channel 14 Israel menyebut lembaga keamanan Israel tengah mempersiapkan skenario keberadaan militer jangka panjang di sebagian wilayah Lebanon apabila situasi keamanan belum memungkinkan penarikan penuh.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)