Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Digempur Trump, Iran Kembali Serang AS CNN Indonesia

    2 min read

      

    Iran pada Sabtu (27/6) menyerang lokasi-lokasi milik AS di kawasan Teluk sebagai balasan atas serangan yang dilakukan Negeri Paman Sam tersebut. (ATTA KENARE / AFP).

    Jakarta, CNN Indonesia --

    Korps Garda Revolusi Iran pada Sabtu (27/6) menyerang lokasi-lokasi milik AS di kawasan Teluk.

    Serangan mereka lakukan sebagai balasan atas gempuran yang dilakukan Amerika di Iran.

    "Jika agresi tersebut terulang, tanggapan kami akan lebih luas daripada ini," ujar pihak Garda Revolusi, sebagaimana dikutip dari AFP.

    Komando Pusat Militer (CENTCOM) Amerika Serikat (AS) pada Jumat memang kembali meluncurkan serangan di wilayah Iran. Mereka berdalih operasi ini dilakukan sebagai tanggapan atas serangan terhadap kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

    "Sebuah pesawat AS menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta fasilitas radar di pesisir pantai," ujar CENTCOM, melansir Anadolu.

    Seorang pejabat senior AS mengatakan, empat target di sepanjang pantai Iran yang berbatasan dengan Selat Hormuz dan Pulau Qeshm dihantam oleh enam pesawat AS.

    Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Teheran meluncurkan setidaknya empat drone serang ke arah kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Pasukan AS, sebutnya, mencegah tiga di antaranya. Sementara satu drone yang tersisa menghantam kapal kargo dan memicu kerusakan.

    Dalam akun media sosialnya, Truth Social, Trump menggambarkan serangan itu sebagai 'pelanggaran bodoh' terhadap perjanjian gencatan senjata.

    Wakil Presiden AS JD Vance juga ikut mengancam Iran dengan mengatakan bahwa 'kekerasan akan dibalas dengan kekerasan'.

    "Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata. Kami telah menghormatinya. Jika mereka telah memiliki perbedaan pendapat tentang bagaimana nota kesepahaman (MoU) diterapkan, mereka dapat menghubungi kami melalui telepon," tulis Vande dalam unggahan media sosialnya.

    Pada Kamis (25/6), Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan, sebuah kapal kargo terkena proyektil tak dikenal di lepas Pantai Oman. Meski tak ada korban jiwa, tapi proyektil itu memicu kerusakan pada anjungan kapal.

    (agt)

    Komentar
    Additional JS