Mossad Dituding Incar Pembunuhan Asim Munir di Swiss, Pakistan: Omong Kosong! - Tribunnews
× Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
Mossad Dituding Incar Pembunuhan Asim Munir di Swiss, Pakistan: Omong Kosong
Ringkasan Berita:
- Angkatan Darat Pakistan Asim Munir saat kunjungan ke Swiss, namun tidak menyertakan bukti.
- Pemerintah Pakistan membantah keras tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai klaim yang "sama sekali tidak masuk akal".
- Hingga kini Israel maupun Mossad belum memberikan tanggapan, sementara klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah klaim mengenai dugaan rencana pembunuhan terhadap Panglima Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, saat kunjungannya ke Swiss memicu perhatian.
Namun, pemerintah Pakistan langsung membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar.
Baca juga: Muncul Laporan Mossad Israel Bangun Jalan di Gurun Iran, Isu Sabotase Nuklir jadi Perhatian
Klaim itu disampaikan jurnalis Brasil, Pepe Escobar, dalam sebuah podcast yang dipandu komentator politik Mario Nawfal.
Escobar menuduh badan intelijen Israel, Mossad, tengah mempersiapkan upaya pembunuhan terhadap Asim Munir dan anggota delegasi Pakistan ketika menghadiri pertemuan di Burgenstock, Swiss.
Klaim Disampaikan Tanpa Bukti
Menurut Escobar, delegasi Pakistan dan Qatar berada di resor Burgenstock ketika Iran dan Amerika Serikat menggelar putaran pertama perundingan yang bertujuan meredakan konflik di kawasan Asia Barat.
Ia mengklaim militer Pakistan menerima informasi yang disebutnya "sangat kredibel" kalau Mossad, atas perintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tengah merencanakan serangan terhadap Asim Munir.
Escobar juga menuduh Pakistan telah mengirimkan peringatan kepada Israel, kemungkinan melalui Oman.
Menurut klaimnya, pesan tersebut berbunyi bahwa apabila delegasi Pakistan diserang, Islamabad akan memberikan respons yang sangat keras.
Namun, Escobar tidak menyertakan bukti maupun dokumen yang mendukung tuduhannya.
Pakistan Sebut Klaim "Omong Kosong"
Tuduhan tersebut segera dibantah oleh pihak Pakistan.
Ketua ARY News, Kamran Khan, mengutip seorang pejabat keamanan Pakistan yang tidak disebutkan namanya. Pejabat itu menyebut klaim tersebut sebagai sesuatu yang "benar-benar omong kosong dan sama sekali tidak masuk akal."
Menurut pejabat tersebut, kunjungan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Field Marshal Asim Munir ke Swiss berlangsung sesuai rencana tanpa adanya gangguan keamanan.
Ia juga menegaskan tidak pernah ada peringatan keamanan maupun kekhawatiran yang disampaikan oleh aparat keamanan Swiss ataupun Amerika Serikat selama kunjungan berlangsung.
Belum Ada Tanggapan Israel
Hingga laporan ini ditulis, pemerintah Israel maupun badan intelijen Mossad belum memberikan komentar atas tuduhan tersebut.
Klaim yang disampaikan Escobar juga belum dapat diverifikasi secara independen.
Media WION, yang pertama kali memberitakan isu ini, turut menyertakan catatan bahwa berbagai klaim terkait konflik di Timur Tengah kerap disertai informasi yang saling bertentangan dan tidak selalu dapat dipastikan kebenarannya secara independen.
Oleh karena itu, tuduhan mengenai dugaan rencana pembunuhan terhadap Asim Munir tersebut masih sebatas klaim dan belum didukung bukti yang dapat diverifikasi.