Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar - SindoNews

    10 min read

     

    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Selasa, 21 Juli 2026 - 20:01 WIB

    2 tentara AS tewas dalam serangan Iran di Yordania. Foto/fox

    A A A

    TEHERAN - Amerika Serikat tidak dapat melindungi 50.000 pasukannya yang ditempatkan di Timur Tengah dari serangan Iran. Saat ini persediaan persenjataan rudal dan drone Iran masih besar, menurut lapor Wall Street Journal.

    Pada 18 Juli, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan dua tentara AS tewas dan satu lainnya hilang akibat serangan Iran terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania yang menampung pasukan Amerika.

    Serangan terhadap pangkalan tersebut merupakan salah satu dari tiga serangan rudal terpisah dalam 24 jam pekan lalu, menurut para pejabat AS.

    “Fakta bahwa tiga rudal berhasil menghindari sistem pertahanan udara AS menyoroti tantangan dalam melindungi 50.000 pasukan yang ditempatkan di wilayah tersebut dari militer Iran, yang masih memiliki sejumlah besar rudal balistik dan drone,” ungkap laporan Wall Street Journal pada hari Senin.

    Selama serangan Iran terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti AS di Yordania, serangan tersebut mengenai barak prefabrikasi, lapor surat kabar tersebut.

    Jenazah korban lain ditemukan di pangkalan militer, tetapi identitasnya belum dipastikan, kata laporan itu.

    Pada hari Senin, CBS News melaporkan, mengutip Pentagon, bahwa hampir 100 anggota militer AS terluka akibat beberapa serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan di Timur Tengah.

    Pada malam tanggal 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang menyerukan diakhirinya konflik yang dimulai pada tanggal 28 Februari.

    Namun, mulai tanggal 8 Juli, militer AS melakukan beberapa gelombang serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS mengklaim serangan-serangan ini diduga sebagai tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melewati Selat Hormuz.

    Militer Iran menanggapi dengan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di beberapa negara Timur Tengah. Teheran juga menuduh Washington melanggar memorandum tentang penghentian permusuhan.

    Pada tanggal 9 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata tidak lagi berlaku.

    Baca juga: Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran

    (sya)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

      Rekomendasi

      Infografis

      3 Syarat Iran di Selat...

      3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas

      Terpopuler

      1

      2

      3

      4

      5

      Berita Terkini

      Jika Arab Saudi Punya...

      4 Fakta Gunung Pickaxe,...

      Siapa Khalil al-Hayya?...

      Presiden Zelensky Akan...

      Serangan AS ke Iran...

      AS Terlibat Langsung...

      Komentar
      Additional JS