Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    AS Gempur Iran, 50 Orang Tewas dan Ratusan Terluka, Teheran Nyatakan MoU Islamabad Resmi Ditangguhkan - Jawa Pos

    3 min read

     


    Minggu, 19 Juli 2026 | 14.24 WIB

    Ilustrasi Iran resmi tangguhkan MoU Islamabad. (Fars News)

    JawaPos.com - Amerika Serikat dan Iran kembali berada di ambang eskalasi yang lebih besar setelah Teheran menyatakan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad dengan Washington secara efektif ditangguhkan.

    Keputusan itu diambil setelah Iran menuding AS melanggar seluruh komitmen dalam kesepakatan tersebut, di tengah serangan udara yang disebut telah menewaskan sedikitnya 50 orang dan melukai lebih dari 500 lainnya.

    Kementerian Kesehatan Iran pada Sabtu (18/7) melaporkan korban jiwa dan luka tersebut merupakan dampak dari rangkaian serangan sejak 6 Juli. Pengumuman itu disampaikan beberapa jam setelah Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) melancarkan serangan malam ketujuh berturut-turut ke sejumlah target di wilayah Iran.

    Selain menimbulkan korban manusia, Iran menyebut serangan itu juga menghantam fasilitas desalinasi air sehingga sekitar 10.000 warga kehilangan akses air bersih. Sebagai balasan, Teheran kembali meluncurkan gelombang drone dan rudal ke negara-negara Teluk yang menjadi sekutu Amerika Serikat.

    Ketegangan yang terus meningkat itu membuat Iran memutuskan menghentikan pelaksanaan MoU Islamabad yang baru ditandatangani kedua negara pada bulan lalu.

    "Amerika Serikat telah melanggar dan menangguhkan seluruh komitmennya dalam kerangka MoU Islamabad," kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi.

    Gharibabadi, yang sebelumnya terlibat dalam pembicaraan teknis terkait implementasi perjanjian tersebut, menegaskan bahwa Iran kini mengambil langkah serupa.

    "Karena itu, kami juga menangguhkan seluruh komitmen kami dan pelaksanaan perjanjian tersebut. Saat ini kami fokus mempertahankan negara," ujarnya seperti dikutip kantor berita semi-resmi Fars.

    Iran Tuding AS Langgar Seluruh Isi Kesepakatan

    Senada dengan Gharibabadi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menilai Washington telah melanggar setiap aspek dari MoU selama sepekan terakhir.

    Baghaei menegaskan Iran tidak menginginkan perang dan hanya melakukan pembelaan diri dalam konflik yang disebutnya sebagai 'perang yang dipaksakan'.

    Pernyataan keras juga datang dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah, ia memperingatkan Amerika Serikat akan menerima 'pelajaran yang tak terlupakan' apabila terus melancarkan serangan ke wilayah Iran.

    Wakil Presiden Iran: AS Menyerang Sebelum Kesepakatan Berjalan

    Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref turut mengecam tindakan Washington. Menurutnya, serangan militer dilakukan bahkan sebelum kesepakatan yang baru ditandatangani sempat dijalankan.

    Aref mengatakan serangan tersebut terjadi meski MoU Islamabad telah memberikan tanggung jawab kepada Iran untuk mengelola keamanan pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia.

    Sengketa Selat Hormuz Jadi Pemicu Ketegangan

    Baik Iran maupun Amerika Serikat kini saling menuduh telah melanggar isi MoU Islamabad. Salah satu poin yang diperselisihkan adalah Pasal 5 yang mengatur jaminan keamanan pelayaran komersial di Selat Hormuz.

    Perselisihan mengenai implementasi kesepakatan itu kini memperburuk hubungan kedua negara yang sebelumnya sempat mencoba meredakan ketegangan melalui penandatanganan MoU.

    Dengan masing-masing pihak saling menyalahkan atas pelanggaran perjanjian dan aksi militer yang terus berlangsung, peluang pemulihan hubungan diplomatik dalam waktu dekat semakin kecil.

    Editor: Nurul Adriyana Salbiah

    Komentar
    Additional JS