Amerika tahan serangan, konflik meluas ke Laut Merah dan Laut Kaspia IDN Finansial

Amerika menghentikan serangan ke Iran, konflik meluas dari Laut Merah hingga Laut Kaspia.
WASHINGTON/ATHENA – Tanda-tanda meluasnya perang Iran mulai terlihat pada akhir pekan ini meskipun Amerika Serikat menghentikan sementara serangan militernya.
Seperti dikutip Reuters, Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran menyerang fasilitas minyak Arab Saudi di pesisir Laut Merah.
Pada waktu yang hampir relatif sama, Iran menuduh Ukraina menyerang sebuah kapal Iran di Laut Kaspia.
Menurut Iran, Ukraina menyerang sebuah kapal dagang Iran di Laut Kaspia hingga terjadi ledakan yang menewaskan satu awak kapal dan melukai satu lainnya. Iran menegaskan, kapal tersebut adalah kapal sipil sehingga serangan itu merupakan tindakan agresi. Tuduhan ini menurut Reuters, berasal dari Iran dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Seperti diketahui, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukannya berhasil melakukan serangan jarak jauh di Laut Kaspia terhadap kapal-kapal yang mengangkut muatan militer.
Zelensky tidak menyebut nama kapal maupun negara pemiliknya. Karena waktunya berdekatan dengan ledakan di kapal Iran, Tehran menyimpulkan kapal itulah yang dimaksud. Dengan kata lain, Ukraina tidak mengaku menyerang kapal dagang Iran, tetapi mengklaim menyerang kapal yang membawa logistik militer.
AS Hentikan Serangan?
Militer AS pada Sabtu menyatakan blokade laut terhadap Iran masih berlaku sepenuhnya, namun tidak menjelaskan alasan penghentian rangkaian serangan yang telah berlangsung selama 13 malam berturut-turut dan terus meningkat intensitasnya.
Menanggapi jeda tersebut, seorang pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Trump selalu menegaskan bahwa pilihannya adalah diplomasi, tetapi ia juga telah menunjukkan kepada Iran konsekuensinya jika tidak bersedia berunding secara serius.
Pada Sabtu juga tidak ada laporan mengenai serangan Iran terhadap negara-negara tetangganya, seperti yang sebelumnya terjadi setiap hari sebagai respons atas serangan AS.
Menurut laporan New York Times pada Sabtu malam yang mengutip dua sumber yang mengetahui pembahasan internal, Trump untuk sementara memutuskan mengurungkan rencana meningkatkan intensitas serangan terhadap Iran.
Presiden dan para penasihatnya disebut khawatir konflik akan semakin meluas, menguras persediaan senjata pertahanan AS, menjauhkan sekutu-sekutu di kawasan Teluk Persia, serta mengganggu pasokan energi dan perekonomian global.
Meski kawasan Teluk relatif tenang, bentrokan antara Houthi yang bersekutu dengan Iran dan Arab Saudi pada Sabtu menunjukkan perang yang sebelumnya telah mengganggu jalur pasokan energi melalui Selat Hormuz kini berpotensi memengaruhi jalur pelayaran utama lainnya sekaligus memicu kembali perang saudara di Yaman.
Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Iran menuduh Ukraina menyerang sebuah kapal dagang Iran di Laut Kaspia. Serangan tersebut disebut menyebabkan ledakan yang menewaskan seorang pelaut dan melukai seorang lainnya.
Sebelumnya pada Sabtu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy melalui media sosial memuji keberhasilan "serangan jarak jauh" di Laut Kaspia yang menurutnya menyasar kapal-kapal pengangkut logistik militer, namun tidak menyebutkan kewarganegaraan kapal yang menjadi sasaran.
Ancaman Perang Meluas ke Yaman
Halaman:
Tambahkan
sebagai sumber pilihan di Google