Polandia Bakal Cabut Gelar Kehormatan Zelenskyy gegara Nama Unit Baru Pasukan Ukraina - Kompas TV
Polandia Bakal Cabut Gelar Kehormatan Zelenskyy gegara Nama Unit Baru Pasukan Ukraina
Kompas.tv - 20 Juni 2026, 14:44 WIB
WARSAWA, KOMPAS.TV - Polandia bakal mencabut gelar kehormatan yang diberikan negara tersebut kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Zelenskyy sebelumnya dianugerahi penghargaan Order of White Eagle pada 2023, oleh presiden saat itu, Andrzej Duda.
Ia diberikan gelar tersebut atas jasanya dalam bidang keamanan, ketahanan, dan pembelaan hak asasi.
Baca Juga: Trump Sesumbar PM Italia Memohon Ingin Foto Bersama, Ternyata Berbuntut Panjang
Namun, Presiden Polandia Karol Nawrocki, yang kini berkuasa menegaskan akan mencabut penghargaan negara tertinggi di Polandia tersebut.
Rencana pencabutan gelar tersebut terjadi setelah Zelenskyy mengeluarkan dekret pada 26 Mei.
Ia akan menamai unit baru Pasukan Operasi Khusus Ukraona, dengan nama UPA (Tentara Pemberontak Ukraina).
UPA sendiri merupakan paramiliter Ukraina yang dituduh melakukan pembantaian dan pembunuhan massal saat beroperasi antara 1940-an dan 1950-an.
“Bagi sebagian besar masyarakat Polandia, Tentara Pemberontak Ukraina (UPA) terutama dipandang sebagai kelompok yang bertanggung jawab atas kejahatan kejam terhadap warga Republik Polandia selama Perang Dunia II,” kata Nawrocki dikutip dari Associated Press, Sabtu (20/6/2026).
Meski begitu, dia mengatakan keputusannya mencabut penghargaan itu tak mengurangi dukungan Polandia bagi Ukraina, dalam pertahanan melawan Rusia.
Polandia pekan depan akan menjadi tuan rumah bagi acara besar mengenai rekonstruksi pasca-perang Ukraina.
Zelenskyy diperkirakan akan hadir dalam acara tersebut.
Zelenskyy sendiri belum berkomentar terkait rencana tersebut.
UPA adalah organisasi militer yang memperjuangkan kemerdekaan Ukraina dengan melawan pasukan Jerman Nazi maupun Uni Soviet.
Namun, mereka dituduh telah melakukan pembunuhan terhadap puluhan ribu orang Polandia di negara tersebut.
Sebagian besar, insiden itu terjadi di wilayah Volhynia dan Galicia Timur yang diduduki Nazi.
Pada 2016, parlemen Polandia mengakui kejahatan yang dilakukan oleh UPA sebagai genosida
Namun, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyayangkannya.
Baca Juga: AS Klaim Israel dan Hizbullah Sepakat Gencatan Senjata, tapi Masih Saling Kirim Peringatan
“Itu kesalahan strategi dari presiden Polandia, yang hanya akan menguntungkan Moskow,” ujarnya dilansir dari BBC.
Dia pun mengatakan akan mengembalikan penghargaan yang diterimanya dari Polandia pada 2022.
“Tak ada presiden dari negara lain yang akan mendikte sejarah kami,” ucap Sybiha.
Sumber : Associated Press/BBC