Trump Ancam Berlakukan Bea Masuk Selat Hormuz jika Pembicaraan AS-Iran Gagal - Kompas TV
Trump Ancam Berlakukan Bea Masuk Selat Hormuz jika Pembicaraan AS-Iran Gagal
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Donald Trump memperingatkan, Amerika Serikat dapat mengenakan bea masuk di Selat Hormuz jika para negosiator tidak dapat menyelesaikan kesepakatan untuk mengakhiri perang di Iran.
Diketahui, masing-masing utusan AS dan Iran telah tiba di Swiss untuk menggelar pembicaraan baru pada Minggu (21/6/2026).
"Tidak akan ada pungutan tol kecuali jika diberlakukan oleh dan untuk AS, jika kesepakatan tersebut tidak tercapai," tulisnya di Truth Social, dikutip dari AFP, Minggu.
"Ini sebagai malaikat pelindung bagi negara-negara Timur Tengah untuk penggantian biaya di masa lalu, sekarang, dan masa depan," sambungnya.
Sinyal Perpecahan IRGC dan Pemerintah Iran di Balik Buka-Tutup Selat Hormuz
Baca juga: AS-Iran Gelar Pembicaraan Baru Hari Ini, Utusan Sudah Tiba di Swiss
Pembicaraan sempat ditunda
Pertemuan lanjutan ini awalnya dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6/2026).
Namun, agenda tersebut terpaksa ditunda pada menit-menit terakhir setelah militer Israel melancarkan serangan udara mematikan di Lebanon, menyusul tewasnya empat tentara mereka dalam pertempuran darat.
Merespons ketegangan itu, Washington bergerak cepat mengumumkan pembaruan status gencatan senjata pada Jumat malam.
Langkah ini merupakan salah satu syarat mutlak yang tertuang dalam draf kesepakatan awal dengan pihak Iran.
Baca juga: Perjanjian Damai AS-Iran: Apakah Israel Akan Jadi Musuh Bersama?
Kendati demikian, situasi di lapangan masih sangat rapuh.
Pasukan Israel dilaporkan kembali terlibat baku tembak sengit dengan kelompok pejuang Hizbullah pada Sabtu (20/6/2026), di mana kedua belah pihak saling melempar tuduhan sebagai pelanggar gencatan senjata.
Imbas dari rentetan serangan tersebut, Komando Militer Pusat Iran sempat mengancam akan kembali menutup total akses pelayaran kapal di Selat Hormuz.
Padahal, Teheran sebelumnya akan membuka kembali jalur logistik minyak dunia itu berdasarkan kesepakatan awal yang diteken oleh Presiden Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, seiring dengan mulai pulihnya lalu lintas maritim di sana.
Baca juga: Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Sebut Israel Langgar Kesepakatan dengan AS
Iran tuntut komitmen AS

Lihat Foto
Stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan, diplomasi tingkat tinggi di Swiss dihadiri langsung oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa delegasi Teheran datang dengan misi menuntut realisasi komitmen penuh dari pihak Washington sesuai kesepakatan yang telah disepakati bersama.
"Jika komitmen tersebut tidak dipenuhi, maka seluruh nota kesepahaman yang telah dibangun akan berada dalam masalah besar," ujar Baqaei sebagaimana dikutip dari kantor berita resmi IRNA.
Dari kubu AS, Wakil Presiden JD Vance dilaporkan telah bertolak dari Washington menggunakan penerbangan sore hari untuk menyusul ketertinggalan di Swiss.
Baca juga: Negosiasi AS-Iran di Swiss Ditunda, Pakistan Bergerak Lagi
Vance menyatakan dirinya hanya bisa mendampingi proses negosiasi selama satu hingga dua hari saja.
Sementara itu, tim negosiator AS lainnya, Jared Kushner dan Steve Witkoff, sudah berada di lokasi terlebih dahulu untuk mematangkan elemen-elemen teknis perjanjian.
Pemerintah Pakistan, selaku mediator utama, mengonfirmasi bahwa jalannya pembicaraan teknis dihelat di kawasan Bürgenstock, Swiss, pada Minggu hari ini.
Baca juga: Trump Umumkan Damai dengan Iran, Teheran Sebut Negosiasi Belum Tuntas
Dalam pelaksanaannya, mediator dari Pakistan dan Qatar akan mendampingi langsung jalannya dialog tatap muka antara perwakilan AS dan Iran.
Perundingan ini akan membuka negosiasi intensif selama dua bulan ke depan, guna menuntaskan sejumlah isu krusial yang belum terselesaikan dalam draf awal, terutama menyangkut masa depan pengawasan program nuklir Iran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Selat Hormuz Ramai Lagi, Kapal-kapal Bergerak Usai AS-Iran Berdamai