Iran Bersumpah bakal Beri Tamparan Lebih Keras jika AS Langgar Perjanjian Damai - Inilah
Iran Bersumpah bakal Beri Tamparan Lebih Keras jika AS Langgar Perjanjian Damai
Jumat, 19 Juni 2026 - 12:59 WIB
Share
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. (Foto: Al Jazeera)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
KecilBesar
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) pasca-penandatanganan nota kesepahaman (MoU) perdamaian kedua negara. Teheran menegaskan tidak akan segan-segan mengambil tindakan mematikan jika Washington mengkhianati kesepakatan atau mengajukan tuntutan yang kelewat batas.
"Jika terjadi pelanggaran komitmen, pelanggaran perjanjian, atau tuntutan berlebihan oleh pihak lain, kami tidak akan ragu untuk memberikan respons yang menghancurkan kepada musuh," tegas Ghalibaf melalui akun media sosial X resminya, Jumat (19/6/2026).
Ingatkan Kekalahan di Masa Lalu
Ghalibaf juga mengingatkan pihak sekutu Barat untuk tidak bermain api dan berkaca pada sejarah konflik yang baru saja mereka lalui.
"Mereka telah ditampar sekali dalam perang: jika mereka memilih untuk mengikuti jalan yang sama lagi, mereka akan menerima tamparan yang lebih keras," lanjutnya dengan nada getir.
Ia menekankan bahwa seluruh langkah diplomasi yang diambil saat ini berada di bawah kendali penuh otoritas tertinggi Teheran. Tugas yang diberikan oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, kepada parlemen dan pemerintah sudah sangat jelas, yakni mengawal ketat agar seluruh syarat dan ketentuan perjanjian dipenuhi tanpa ada ruang untuk kompromi yang merugikan.
Babak Baru Koridor Damai 60 Hari
Ketegangan geopolitik dunia sebelumnya sempat mereda setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara elektronik menandatangani 'Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad' pada Rabu malam (17/6/2026).
Kesepakatan bersejarah ini dirancang untuk membuka jalan mengakhiri perang yang berkecamuk sejak 28 Februari lalu, yang melibatkan kekuatan militer AS dan Israel melawan Iran.
Berdasarkan dokumen MoU tersebut, Washington dan Teheran sepakat untuk menggelar negosiasi intensif selama 60 hari ke depan, dengan opsi perpanjangan waktu jika diperlukan.
Perundingan maraton ini ditargetkan mampu menghasilkan kesepakatan akhir yang tuntas, terutama menyangkut masa depan program nuklir Iran serta pencabutan sanksi ekonomi internasional yang selama ini mencekik Negeri Para Mullah tersebut.
0 suka
0 bookmark
![]()
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Share




