0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Perdamaian AS-Iran Perkuat Ekonomi dan Stabilitas RI - Inilah

    3 min read

     

    Perdamaian AS-Iran Perkuat Ekonomi dan Stabilitas RI

    Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com + Gabung

    KecilBesar

    Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin menilai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk meredakan konflik di Timur Tengah berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

    Menurutnya, stabilitas kawasan akan berpengaruh langsung terhadap kelancaran perdagangan global, harga energi, hingga penguatan nilai tukar rupiah.

    “Indonesia jelas akan mendapatkan dampak positif. Aktivitas impor dan ekspor yang menjadi salah satu fondasi ekonomi nasional dapat kembali berjalan lebih lancar,” ujar Nurul Arifin di Jakarta, Jumat (19/6/2026). 

    Ia menjelaskan, meredanya ketegangan antara AS dan Iran akan membuka peluang terciptanya stabilitas ekonomi global setelah berbulan-bulan konflik di kawasan Teluk memicu ketidakpastian pasar internasional. 

    Salah satu dampak yang paling signifikan adalah kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz secara normal sebagai jalur pelayaran strategis dunia.

    Menurutnya, kelancaran distribusi energi melalui Selat Hormuz akan membantu menekan gejolak harga minyak dunia yang selama ini menjadi salah satu faktor pemicu ketidakstabilan ekonomi global.

    “Dengan ditandatanganinya MoU ini, paling tidak Selat Hormuz dapat dibuka kembali. Ini tentu positif bagi iklim politik dan ekonomi global karena distribusi energi dunia menjadi lebih lancar,” kata dia.

    Meski menyambut baik langkah perdamaian tersebut, Nurul mengingatkan bahwa kesepakatan yang ditandatangani masih berupa MoU dengan masa berlaku 60 hari. Karena itu, masih diperlukan pembahasan lanjutan terkait sejumlah isu strategis, termasuk program nuklir Iran dan pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan AS.

    “Masih banyak hal yang harus disepakati. Saya berharap semua pihak dapat mengedepankan kebijaksanaan dan kedewasaan politik agar proses perdamaian ini tidak berhenti pada MoU semata, tetapi berkembang menjadi kesepakatan yang lebih permanen demi stabilitas dunia,” jelasnya.

    Sebelumnya, Di sela-sela ramainya pertemuan KTT G7 di Istana Versailles, Prancis, Rabu (17/6/2026) malam waktu setempat, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara mengejutkan menandatangani perjanjian damai. Langkah besar ini menandai akhir dari ketegangan panjang yang selama ini menyelimuti hubungan kedua negara.

    Momen penandatanganan itu berlangsung khidmat di bawah pengawasan langsung Presiden Prancis Emmanuel Macron. Tepat usai membubuhkan tanda tangannya di atas dokumen perjanjian tersebut, Trump sempat melemparkan kalimat singkat namun penuh arti kepada Macron dan para pejabat yang hadir di ruangan itu.

    "This was not easy (Ini tidak mudah)," ucap Trump, seperti yang terlihat dalam rekaman video singkat yang diunggah Macron melalui akun X miliknya, Kamis (18/6/2026).

    Komentar
    Additional JS