Italia akan Mengerahkan Sistem Pertahanan Udara SAMP-T ke Turki di Bawah Rencana Pertahanan NATO - Voi
Italia akan Mengerahkan Sistem Pertahanan Udara SAMP-T ke Turki di Bawah Rencana Pertahanan NATO

17 Juni 2026, 12:00
Tentara Italia dari 4th Anti-aircraft Artillery Regiment "Peschiera" dengan SAMP-T saat latihan di Sardinia tahun 2025. (Wikimedia Commons/Italian Army)
JAKARTA - Italia akan mengerahkan sistem pertahanan udara SAMP-T ke Provinsi Konya, Turki, sebagai bagian dari rencana pertahanan tetap Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan pertahanan udara aliansi, demikian diumumkan Kementerian Pertahanan negara tersebut pada Hari Selasa.
Dalam pernyataannya kementerian mengatakan, sistem pertahanan Italia tersebut akan ditempatkan di Komando Pangkalan Jet Utama ke-3 di Konya.
"Dalam lingkup Rencana Pertahanan Tetap NATO, satu Sistem Pertahanan Udara SAMP-T Italia akan dikerahkan ke Komando Pangkalan Jet Utama ke-3 di Konya untuk memperkuat pertahanan udara aliansi," kata kementerian, dilansir dari Daily Sabah (17/6) tersebut.
Pengerahan ini dimaksudkan untuk memperkuat solidaritas sekutu dan meningkatkan langkah-langkah keamanan kolektif di kawasan tersebut, menurut pernyataan tersebut.
SAMP-T (Sol-Air Moyenne Portée/Terrestre) adalah sistem pertahanan udara dan rudal jarak menengah dan jauh generasi berikutnya yang dikembangkan bersama oleh Italia dan Prancis.
Sistem ini dirancang untuk menangkal berbagai ancaman udara, termasuk pesawat terbang, helikopter, kendaraan udara tak berawak (UAV), dan rudal balistik taktis.
Sistem ini menggunakan rudal pencegat canggih Aster 15 dan Aster 30, menyediakan cakupan pertahanan udara 360 derajat. Dianggap sebagai landasan jaringan pertahanan udara Italia, SAMP-T dipasang pada platform beroda yang sangat mobile, memungkinkan penyebaran cepat dan kesiapan operasional.
Dilengkapi dengan sistem radar multifungsi seperti radar Arabel atau radar Kronos yang lebih baru, sistem ini dapat secara simultan melacak dan menyerang beberapa target.
Sistem ini juga dirancang untuk mempertahankan efektivitas tinggi dalam lingkungan peperangan elektronik sambil melindungi unit militer dan infrastruktur penting dari ancaman udara dan rudal.
Diketahui, Turki sedang bersiap untuk menjadi tuan rumah KTT NATO, 22 tahun setelah KTT bersejarah blok tersebut di Istanbul. Para pemimpin aliansi akan bertemu di Ankara untuk fokus pada pencegahan, kemampuan pertahanan, dan pembagian beban saat aliansi beradaptasi dengan realitas geopolitik baru.