Ancaman Donald Trump di Selat Hormuz Katrol Harga Minyak Dunia - Media Kompeten
Ancaman Donald Trump di Selat Hormuz Katrol Harga Minyak Dunia
Ahmad Rasyid Wibowo, S.Sos., M.I.Kom. Author
Smallest Font
Largest Font
Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan pada hari Minggu setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman militer untuk mengambil alih jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz jika kesepakatan diplomatik dengan Iran gagal tercapai.
Kenaikan komoditas energi ini melonjak dengan minyak mentah Brent yang meningkat 1,35 persen menjadi $81,66 per barel, sedangkan minyak mentah AS naik tajam hingga 2,4 persen ke posisi $77,66 per barel, dilansir dari Media Indonesia. Ketegangan baru tersebut mencuat saat perundingan bilateral antara pihak Washington dan Teheran di Swiss mengalami hambatan terkait pembahasan jalur laut, isu nuklir, dan gencatan senjata Libanon.
Pernyataan keras dari pemimpin Amerika Serikat itu disampaikan dalam sebuah wawancara media menyusul langkah sepihak dari pihak Iran yang menyatakan akan memblokade kawasan selat tersebut pada hari Sabtu.
Merespons dinamika politik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, pengamat internasional turut memproyeksikan potensi pergerakan pasar minyak global jika ketegangan mereda.
"mengambil alih" cetus Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Di sisi lain, analisis mengenai dampak selesainya konflik dan pemulihan aktivitas pengapalan barang juga disampaikan oleh akademisi luar negeri.
"membanjiri" kata Karen Young, Peneliti dari Columbia University.
Selain memengaruhi sektor komoditas energi dengan rata-rata bensin domestik AS menyentuh angka $3,94 per galon berdasarkan data AAA, sentimen negatif dari ancaman eskalasi militer ini langsung menekan bursa saham. Kontrak berjangka indeks Dow Jones serta S&P 500 futures terpantau melemah masing-masing sebesar 0,4 persen, yang kemudian diikuti oleh kemerosotan indeks Nasdaq futures sebesar 0,6 persen.
Editors Team


0
Like
0
Dislike
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow