Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Lebanon Selat Hormuz Spesial

    Iran Tegaskan Selat Hormuz Akan Tetap Ditutup Jika Israel Serang Lebanon - detik

    3 min read

     

    Iran Tegaskan Selat Hormuz Akan Tetap Ditutup Jika Israel Serang Lebanon



    Jakarta -

    Otoritas Iran dilaporkan telah menutup kembali Selat Hormuz akibat serangan Israel di Lebanon selatan. Penutupan Selat Hormuz ini terjadi seiring dimulainya perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk menyelesaikan perang kedua negara.

    Kantor berita Iran, Tasnim yang mengutip sumber pejabat Iran yang familiar dengan tim negosiasi AS-Iran tersebut, melaporkan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama gencatan senjata di Lebanon tidak dihormati.

    Dilansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya, Senin (22/6/2026), sumber tersebut mengatakan jalur air vital dunia itu juga akan tetap ditutup, sampai izin yang memungkinkan penjualan minyak Iran dikeluarkan.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Senada dengan itu, kantor berita Iran lainnya, Fars, yang mengutip sumber militer, melaporkan bahwa Selat Hormuz tetap ditutup dan Angkatan Laut Garda Revolusi belum mengeluarkan izin bagi kapal mana pun untuk melintas sampai pemberitahuan lebih lanjut.

    Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati gencatan senjata 60 hari untuk negosiasi kesepakatan perdamaian. Namun, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada hari Sabtu lalu menyatakan Selat Hormuz ditutup sebagai tanggapan terhadap serangan Israel di Lebanon, yang dianggap melanggar kesepakatan Iran dan AS untuk mengakhiri perang.

    Militer AS membantah klaim tersebut, dengan mengatakan bahwa "lalu lintas tetap berjalan."

    Sementara itu, seorang pejabat AS mengatakan bahwa Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon telah menyepakati gencatan senjata pada Jumat (19/6) lalu. Pengumuman ini muncul menyusul serangan udara bertubi-tubi oleh Israel di Lebanon selatan yang menewaskan 47 orang.

    Dilansir BBC, kesepakatan terbaru ini tercapai di tengah kekhawatiran bahwa bentrokan yang terus berlanjut, termasuk serangan Hizbullah yang menewaskan empat tentara Israel di Lebanon, dapat merusak kesepakatan mengakhiri perang antara AS dan Iran.

    Militer Israel membenarkan bahwa gencatan senjata telah diberlakukan. Namun, tak lama kemudian, seorang juru bicara menegaskan bahwa pasukannya akan "terus bergerak untuk melenyapkan ancaman yang datang seketika".

    Pihak Hizbullah sendiri belum memberikan konfirmasi resmi terkait gencatan senjata ini.

    Meski begitu, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, menyatakan bahwa "rencana untuk melenyapkan Hizbullah telah gagal".

    Saksikan Live DetikSore :

    Tonton juga video "Hasil Mediasi AS-Iran di Swiss: Sepakati Roadmap 60 Hari Akhiri Konflik"

    (ita/ita)

    Komentar
    Additional JS