0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Konflik Timur Tengah Selat Hormuz Spesial Xi Jinping

    Xi Jinping Tegaskan Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka demi Stabilitas Global - Times Indonesia

    2 min read

     

    Xi Jinping Tegaskan Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka demi Stabilitas Global

    A-AA+

    Jakarta – Presiden China Xi Jinping menegaskan pentingnya menjaga Selat Hormuz agar tetap terbuka untuk navigasi internasional setiap saat. Menurutnya, kelancaran jalur maritim tersebut merupakan kepentingan bersama bagi negara-negara di kawasan maupun komunitas global.

    Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Xi dalam pembicaraan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), sebagaimana dilaporkan oleh stasiun televisi pusat China, CCTV, Senin (20/4/2026).

    "Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk navigasi normal, karena ini melayani kepentingan bersama negara-negara di kawasan dan komunitas internasional," ujar Xi.

    Dukungan untuk Stabilitas Kawasan

    Dalam kesempatan tersebut, Xi juga menyatakan dukungan China terhadap negara-negara di Timur Tengah untuk membangun stabilitas berdasarkan prinsip bertetangga yang baik, keamanan, dan kerja sama. Ia menekankan pentingnya bagi negara-negara di kawasan untuk memegang kendali atas takdir dan masa depan mereka sendiri guna mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.

    Selain itu, pemimpin China tersebut kembali menggaungkan seruan untuk segera melakukan gencatan senjata dan penghentian segala bentuk permusuhan di wilayah Timur Tengah yang saat ini tengah bergejolak.

    Konteks Ketegangan di Selat Hormuz

    Isu keamanan jalur laut ini mencuat setelah Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mulai memblokade lalu lintas maritim yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz sejak 13 April lalu. Jalur strategis ini merupakan urat nadi energi dunia yang menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) global.

    Washington mengeklaim bahwa kapal-kapal non-Iran tetap bebas melintasi Selat Hormuz, asalkan tidak membayar bea masuk atau pajak kepada Teheran. Hingga saat ini, otoritas Iran belum secara resmi memberlakukan bea tersebut, meski rencana tersebut dikabarkan tengah dalam pembahasan internal mereka. (*)

    Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
    Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
    Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

    Komentar
    Additional JS