0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Selat Hormuz Spesial

    Trump Perintahkan Tembak Kapal Iran Penebar Ranjau di Selat Hormuz - Viva

    5 min read

     

    Trump Perintahkan Tembak Kapal Iran Penebar Ranjau di Selat Hormuz

    Presiden Donald Trump

    VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menembak dan membunuh setiap kapal Iran yang menanam ranjau di Selat Hormuz.

    Baca Juga

    “Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan membunuh kapal apa pun, sekecil apa pun (kapal angkatan laut mereka semuanya sudah berada di dasar laut!), yang menanam ranjau di perairan Selat Hormuz. Tidak boleh ada keraguan,” tulis Trump di akun Truth miliknya seperti dikutip dari laman Al Jazeera, Jumat 24 April 2026.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Tak hanya itu saja, Trump juga menyebut bahwa militer AS akan meningkatkan upaya untuk membersihkan bahan peledak dari jalur tersebut.

    Baca Juga

    “Selain itu, kapal penyapu ranjau kami saat ini sedang membersihkan selat tersebut. Saya perintahkan agar kegiatan ini terus berlanjut, bahkan ditingkatkan hingga tiga kali lipat!,” tulis Trump lebih lanjut.

    Pihak Iran berulang kali menegaskan bahwa mereka akan membela diri dan merespons setiap serangan dari Amerika Serikat.

    Baca Juga

    Selat Hormuz yang sebelumnya terbuka tanpa gangguan sebelum konflik pecah kini menjadi salah satu titik paling panas dalam perang ini.

    Iran sempat menutup selat tersebut sebagai respons atas kampanye militer AS dan Israel, dan kini mengisyaratkan memiliki hak atas jalur pelayaran yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, termasuk bagian yang melewati perairan wilayahnya.

    Penutupan Selat Hormuz membuat harga minyak melonjak, sekaligus menekan situasi politik di dalam negeri AS. Harga bensin di sana kini melampaui 4 dolar AS per galon (sekitar 3,8 liter), naik dari sebelumnya sekitar 3 dolar sebelum konflik.

    Blokade saling berhadapan

    Sebelum perang, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz.

    Setelah gencatan senjata selama dua pekan mulai berlaku bulan lalu, Trump mengumumkan pengepungan laut terhadap pelabuhan Iran. Langkah itu tetap dipertahankan bahkan setelah Teheran membuka kembali Selat Hormuz, menyusul masuknya Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata.

    Iran menetapkan pencabutan blokade sebagai syarat untuk melanjutkan perundingan dengan AS.

    Trump memperpanjang gencatan senjata yang seharusnya berakhir pada Rabu, namun Washington tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang terkait Iran.

    Pentagon menyatakan pada Kamis bahwa militer AS melakukan pemeriksaan terhadap sebuah kapal tanker yang membawa minyak Iran di Samudra Hindia.

    Awal pekan ini, militer AS juga mengaku telah menyita satu kapal Iran dan memaksa puluhan kapal lainnya berbalik arah.

    Di sisi lain, Iran juga menahan sejumlah kapal dagang asing di sekitar Selat Hormuz, dengan alasan pelanggaran aturan pelayaran.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Situasi blokade saling balas ini berisiko memicu kembali perang. Hingga kini, AS belum menetapkan batas waktu untuk gencatan senjata yang diperpanjang tersebut.

    Gedung Putih pada Rabu menyatakan bahwa Trump merasa “puas” dengan kebijakan pengepungan terhadap Iran.

    Timnas Italia vs Bosnia-Herzegovina

    Sikap Berkelas Pemerintah Italia soal Diminta Trump Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

    Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, dan Presiden Komite Olimpiade Italia (NOC), Luciano Buonfiglio merespons wacana Gli Azzurri menggantikan Iran di Piala Dunia 2026

    img_title

    VIVA.co.id

    24 April 2026

    Komentar
    Additional JS