Tak Seperti Biasanya, Israel Akui Kerugian Perang Melawan Hizbullah: Lebih dari 700 Tentara Terluka - Republika
Tak Seperti Biasanya, Israel Akui Kerugian Perang Melawan Hizbullah: Lebih dari 700 Tentara Terluka
EPA/ATEF SAFADI Tank Israel beroperasi di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, dekat Galilea Atas, di Israel utara, 26 Maret 2026. Israel melanjutkan operasi di Lebanon pada awal Maret 2026, menargetkan infrastruktur dan personel Hizbullah.
REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT— Tentara Israel pada Kamis (23/5/2026) ini melaporkan cedera yang dialami sejumlah perwira dan prajuritnya di Lebanon Selatan dalam beberapa jam terakhir.
Pengumuman tersebut bertepatan dengan munculnya laporan-laporan Israel yang menyebutkan adanya perubahan dalam kebijakan pembatasan informasi militer.
Sponsored
Hal ini menyusul gelombang kritik internal terkait penyembunyian informasi mengenai apa yang terjadi di lapangan dalam pertempuran melawan Hizbullah.
Dilansir Aljazeera, Jumat (24/4/2026), tentara Israel mengumumkan 45 perwira dan prajuritnya terluka dalam 48 jam terakhir. Dengan demikian menambah jumlah korban luka dari kubu Israel sejak dimulainya kembali serangan terhadap Lebanon meningkat menjadi 735 tentara dan prajurit. Dari jumlah itu, 44 tentara dilaporkan kritis sedangkan100 lainnya cedera ringan.
Tentara Israel juga mengumumkan pihaknya telah mencatat setidaknya tujuh "pelanggaran" oleh Hizbullah terhadap perjanjian gencatan senjata sejak mulai berlaku, dengan mengklaim Israel belum menanggapi pelanggaran-pelanggaran ini hingga saat ini.
Namun, pada saat sama, klaim ini bertentangan dengan pengumuman bahwa mereka telah menewaskan seorang anggota Hizbullah, Rabu kemarin, dalam serangan yang menargetkan pos tembak di wilayah Sajd di selatan Lebanon.
Serangan tersebut dalam upaya menunjukkan bahwa tentara Israel masih memegang kendali dalam konfrontasi ini.
Halaman 2 / 5
Mengapa Israel baru mengakui hal ini sekarang?
Media Israel melaporkan, militer telah mulai memperbarui informasi mengenai operasi yang dilakukan Hizbullah terhadap pasukannya di Lebanon Selatan, setelah mendapat tuduhan menyembunyikan skala serangan dan kerugian yang diakibatkannya.
Perubahan ini terjadi setelah Radio Militer Israel mengungkap Tel Aviv akhirnya mengakui insiden peluncuran drone oleh Hizbullah ke arah pasukan yang masuk ke kota Al-Qantara di selatan Lebanon pada Rabu kemarin.
Operasi ini adalah operasi sama yang diumumkan pertama kali oleh Hizbullah dalam pernyataan resmi, di antara operasi-operasi lain yang dilakukannya terhadap pasukan pendudukan dan kendaraan-kendaraannya di selatan Lebanon.
Koresponden Radio Militer, Doron Kadush, mengatakan Tentara Israel sengaja tidak mengumumkan beberapa operasi yang dilakukan Hizbullah.
Hal ini dengan mengutip insiden peluncuran drone oleh kelompok tersebut kemarin, beberapa kilometer dari perbatasan.
Serangan tanpa menargetkan pasukan Israel di Desa Al-Qantara, yang berjarak sekitar 7 kilometer, sehingga serangan tersebut tidak menimbulkan korban.
Kadouch mencatat Hizbullah adalah pihak pertama yang mengumumkan insiden tersebut dalam pernyataan resmi, sebelum dikonfirmasi oleh militer Israel saat ditanya mengenai hal itu.
Halaman 3 / 5
Koresponden tersebut menilai militer tidak melihat adanya kebutuhan untuk memberitahukan publik mengenai insiden yang dianggap sebagai pelanggaran serius tambahan terhadap gencatan senjata.
Perkembangan ini mencerminkan tingkat kebingungan yang kini ditimbulkan oleh Hizbullah terhadap institusi militer Israel, sekaligus menyoroti semakin melebarnya kesenjangan antara narasi resmi Tel Aviv dan apa yang beredar di media Israel.
Serangan Hizbullah
Di sisi lain, Hizbullah mengumumkan pada Kamis ini bahwa mereka telah melancarkan serangkaian operasi yang menargetkan pasukan pendudukan Israel yang masuk ke wilayah selatan Lebanon, termasuk menyerang kelompok-kelompok tentara dan menembak jatuh sebuah drone pengintai Israel.
Partai tersebut, dalam pernyataan terpisah, mengatakan anggotanya hari ini menargetkan dua kelompok tentara musuh Israel di kota Al-Tayyibah dalam dua serangan terpisah dengan senjata yang sesuai dan serangan udara.
Partai itu juga mengumumkan penembakan jatuh pesawat pengintai milik tentara musuh Israel di kota Majdal Zoun.
Hal ini terjadi setelah partai tersebut, sebelumnya, mengumumkan telah melaksanakan beberapa operasi yang menargetkan tentara dan kendaraan militer pendudukan di berbagai kota di selatan Lebanon, termasuk kota Al-Bayyada, Al-Qantara, dan Al-Mansouri.
Halaman 4 / 5
Hizbullah, dalam sebuah pernyataan, mengatakan serangan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas pelanggaran gencatan senjata oleh musuh Israel.
Juga balasan atas serangan terhadap warga sipil, serta penghancuran rumah dan desa mereka di selatan Lebanon, dan berdasarkan hak untuk melawan dan mengalahkan penjajaha".
Pertanyaan dalam negeri Israel
Kalangan dalam negeri Israel berpendapat Tel Aviv menahan diri untuk tidak membalas dengan keras serangan-serangan Hizbullah di Lebanon Selatan.
Hal ini memicu pertanyaan di kalangan media Israel mengenai motif di balik apa yang disebut sebagai "pengendalian diri".
Menurut Channel 12 Israel, selama "Hari Kemerdekaan" Israel (peringatan Nakba) — yang jatuh pada Rabu menurut kalender Ibrani — Hizbullah melancarkan serangkaian serangan yang digambarkan sebagai pelanggaran perjanjian gencatan senjata, termasuk peluncuran roket dan drone terhadap pasukan militer di selatan Lebanon.
Di sisi lain, tentara Israel mengumumkan tewasnya empat militan dalam dua insiden terpisah, setelah mereka mendekati pasukan dan mengancamnya, menurut saluran tersebut.
Halaman 5 / 5
Saluran TV Channel 12 melaporkan Israel menahan diri untuk tidak meningkatkan responsnya terhadap pelanggaran-pelanggaran tersebut.
Hal ini karena permintaan langsung dari Washington agar tidak merusak negosiasi yang mungkin akan dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang antara Amerika Serikat dan Iran.
Tampaknya permintaan AS ini membatasi ruang gerak pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam menangani eskalasi Hezbollah di selatan Lebanon.
Hal ini dikritik oleh pihak-pihak di dalam institusi militer Israel, yang menuntut respons tidak proporsional terhadap kelompok tersebut.
Sementara itu, koresponden militer surat kabar Ma'ariv, Avi Ashkenazi, mengungkapkan militer menunggu keputusan dari tingkat politik mengenai cara menangani isu Lebanon.
Ini menyusul apa yang dia sebut sebagai pelanggaran terbaru Hizbullah, sambil mencatat bahwa Komando Utara berupaya untuk tidak terbawa ke dalam eskalasi pada tahap saat ini.
Namun, dia menambahkan bahwa tentara telah menyiapkan rencana aksi untuk melaksanakan berbagai skenario yang telah disusun sebelumnya.
Mereka juga menunggu keputusan dari tingkat politik mengenai pengumuman bahwa partai tersebut telah melanggar gencatan senjata, yang memungkinkan perubahan kebijakan saat ini.
Dalam konteks ini, jaringan CNN mengutip sumber Israel yang mengatakan bahwa Netanyahu dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan para pejabat keamanan senior pada Kamis malam untuk membahas situasi di Israel dan Lebanon.
Berita Terkait
Analis: Ini yang Menjadikan Kekalahan AS Hadapi Iran Mirip dengan Perang Melawan Vietnam
Dunia - 24 April 2026, 18:47
Konvoi Lapis Baja Israel Terkena Ranjau Darat, Empat Tank Merkava Hancur Lebur
Dunia - 20 April 2026, 16:56
Nekat Bertahan di Lebanon, 10 Tentara IDF Tewas dan Terluka
Internasional - 19 April 2026, 12:18
Mirip Gaza, Israel Berlakukan Garis Kuning di Lebanon Selatan Sementara Hizbullah Terus Melawan
Dunia - 18 April 2026, 23:04
Ditekan Iran, Trump Perintahkan Israel Setop Bom Lebanon
Internasional - 17 April 2026, 22:20