Rusia Tetap Siap Terima Uranium yang Diperkaya dari Iran, AS Tak Berminat - SindoNews
Rusia Tetap Siap Terima Uranium yang Diperkaya dari Iran, AS Tak Berminat
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Jum'at, 17 April 2026 - 20:30 WIB
Mesin sentrifugal di fasilitas nuklir Iran. Foto/iaea
MOSKOW - Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Rusia tetap terbuka menerima uranium yang diperkaya dari Iran. Penegasan itu seiring proses negosiasi untuk menghentikan perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan Moskow siap memainkan peran dalam menyelesaikan masalah uranium yang diperkaya Iran dengan cara yang sepenuhnya dapat diterima Iran.
Para jurnalis bertanya kepada Peskov apakah ada tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait terhadap proposal tersebut.
“Sejauh yang kami pahami, proposal ini saat ini tidak berada pada tahap negosiasi. Pihak Rusia tetap terbuka untuk itu, dan Presiden Putin telah menegaskan hal ini beberapa kali,” ujar Peskov kepada wartawan.
Namun, proposal Rusia untuk mentransfer uranium yang diperkaya dari Iran saat ini tidak diterima oleh Amerika Serikat.
“Saat ini proposal ini tidak diminati oleh Amerika Serikat,” kata Peskov kepada wartawan.
Pada saat yang sama, Rusia tetap terbuka menerima uranium yang diperkaya dari Iran, tambah pejabat itu.
Mengenai Konflik Ukraina
Keterlibatan sejumlah negara Eropa dalam konflik Ukraina semakin meningkat, kata Peskov.
"Keterlibatan langsung negara-negara ini dalam konflik, dalam perang di sekitar Ukraina, semakin meningkat," kata Peskov, mengomentari publikasi Kementerian Pertahanan Rusia tentang lokasi produksi drone untuk Ukraina di Eropa.
Pada 15 April, Kementerian Pertahanan Rusia menerbitkan lokasi perusahaan "Ukraina" dan "gabungan" untuk produksi drone dan komponen untuk Ukraina di Eropa.
Mengenai Gencatan Senjata Israel-Lebanon
Rusia berharap Israel dan Lebanon dapat mencapai kesepakatan yang akan menghindari terulangnya bentrokan, kata Peskov.
Pada Kamis malam, Israel dan gerakan Hizbullah Lebanon mengkonfirmasi kesepakatan mereka untuk gencatan senjata 10 hari yang mulai berlaku pada 17 April.
"Kami berharap selama hari-hari yang telah diuraikan ini, memang akan memungkinkan untuk mencapai kesepakatan yang akan menghindari terulangnya bentrokan militer di masa depan," kata Peskov kepada wartawan.
Rusia menyambut baik keputusan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, tambah Peskov.
Mengenai Kunjungan Putin ke China
Moskow dan Beijing akan secara bersamaan mengumumkan tanggal kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke China, kata Peskov.
"Kami, selaras dengan teman-teman kami dari Beijing, akan mengumumkan tanggal kunjungan ini tepat waktu," kata Peskov kepada wartawan.
Baca juga: Gencatan Senjata Lebanon: Iran dan Hizbullah Muncul sebagai Pemenang
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran