Rusia Ogah Culik atau Habisi Zelensky seperti Cara AS, Ini Alasannya - SindoNews
Rusia Ogah Culik atau Habisi Zelensky seperti Cara AS, Ini Alasannya
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Senin, 06 April 2026 - 15:27 WIB
Rusia menolak menculik atau pun membunuh pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky seperti yang dilakukan AS terhadap Nicolas Maduro dan Ayatollah Ali Khamenei. Foto/Belga News Agency
MOSKOW - Kepala Dewan Federasi Rusia (Majelis Tinggi Parlemen), Valentina Matviyenko, mengatakan Moskow tidak akan menculik pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky seperti yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro.
Menurutnya, Moskow juga tidak akan membunuh Zelensky seperti yang dilakukan AS terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari lalu. Matviyenko mengatakan bahwa rasa hormat di panggung internasional menjadi alasan Rusia tidak melakukan hal itu.
Baca Juga: 48 Jam Awak Jet F-15 AS di Iran: Mendaki 7.000 Kaki, Berpistol, Jadi Buruan Berhadiah Rp1 Miliar
“Itu bukan gaya kita. Kita adalah negara yang menghormati diri sendiri dan dihormati oleh orang lain. Kita akan kehilangan rasa hormat itu jika kita menggunakan metode seperti itu,” kata Matviyenko dalam sebuah wawancara dengan Russia 1.
Dia menambahkan bahwa meskipun AS “tidak mencapai apa pun” dengan membunuh Khamenei di Teheran, “noda pada reputasinya akan tetap ada dalam sejarah selamanya.”
Kendati demikian, politisi perempuan Rusia menegaskan bahwa Zelensky, yang dia salahkan atas perang Rusia-Ukraina, harus diadili. "Dan dihukum atas tindakannya," ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (6/4/2026).
Sebelumnya, para pejabat Ukraina mengeklaim bahwa mereka menggagalkan sejumlah upaya pembunuhan terhadap Zelensky pada tahun 2022, tanpa memberikan rincian. Kremlin telah menolak klaim tersebut sebagai “sama sekali tidak benar".
Sekadar diketahui, Nicolas Maduro—yang sebelumnya adalah presiden Venezuela—diculik pasukan khusus Delta Force AS dalam operasi militer singkat di Caracas pada 3 Januari 2026. Maduro, yang dituduh terlibat terorisme narkoba, dibawa pasukan khusus bersama istrinya; Cilia Flores, ke AS untuk diadili.
Setelah Venezuela, AS melanjutkan operasi militer terhadap Iran. Bersama Israel, AS mulai membombardir Iran sejak 28 Februari yang menewaskan para petinggi Iran—termasuk Ayatollah Ali Khamenei.
Serangan AS-Israel ini memicu pembalasan Iran, yang menembakkan rudal dan drone ke Israel dan negara-negara Teluk yang jadi tuan rumah pangkalan militer AS.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun