0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Presiden Iran Kirim Surat Terbuka untuk Rakyat AS, Pertanyakan Tujuan Perang Trump- Kompas Tv

    5 min read

     

    Presiden Iran Kirim Surat Terbuka untuk Rakyat AS, Pertanyakan Tujuan Perang Trump

    Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di markas besar PBB pada 25 September 2025. (Sumber: AP Photo/Angelina Katsanis, File)

    TEHERAN, KOMPAS.TV - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengirim surat terbuka untuk masyarakat Amerika Serikat (AS) di tengah perang yang diluncurkan AS bersama Israel ke negara tersebut.

    Dalam surat terbuka yang dirilis pada Kamis (2/4/2026) waktu Indonesia, Pezeshkian meminta masyarakat AS untuk melihat melampaui "banjir distorsi dan narasi rekaan." 

    Presiden Iran tersebut mengajak masyarakat AS mempertanyakan kepentingan siapa yang dilayani oleh perang AS-Israel di Iran. Terlebih lagi, serangan AS-Israel ke Iran turut menghancurkan infrasruktur vital dan menimbulkan dampak permanen dalam kehidupan orang-orang biasa.

    "Kepentingan rakyat Amerika yang mana yang dipenuhi oleh perang ini? Apakah ada ancaman nyata dari Iran untuk menjustifikasi tindakan tersebut," kata Pezeshkian dalam surat terbuka yang dibagikan via media sosial X, Kamis (2/4/2026).

    "Apakah pembantaian anak-anak tak bersalah, penghancuran fasilitas farmasi dan pengobatan kanker, atau ancaman untuk mengeboma sebuah negara hingga 'kembali ke Zaman Batu' memenuhi tujuan tertentu selain semakin merusak posisi global Amerika Serikat?"

    Baca Juga: JK Sebut Israel Bertanggung Jawab atas Gugurnya 3 Prajurit TNI: Mereka Tak Memandang Kemanusiaan

    Pezeshkian menambahkan, Iran senantias bersedia untuk bernegosiasi mengenai perundingan nuklirnya. Namun, AS di bawah Trump justru keluar secara sepihak dari perundingan nuklir dan meluncurkan agresi.

    Lebih lanjut, tindakan AS menyerang Iran sebatas melayani kepentingan Israel dan menjadikan Washington sebagai "proksi" Tel Aviv. Menurutnya, kebijakan pemerintah AS kini tidak sesuai dengan jargon "Amerika yang Utama" dari Donald Trump semasa kampanye.

    "Bukankah jelas bahwa Israel bertujuan memerangi Iran hingga tentara Amerika terakhir dan dolar milik pembayar pajak Amerika terakhir, mengalihkan beban delusi mereka ke Iran, kawasan (Timur Tengah), dan Amerika Serikat sendiri untuk mengejar tujuan yang tidak sah?" kata Pezeshkian.

    Surat terbuka tersebut disampaikan Pezeshkian beberapa jam usai Trump mengancam akan mengebom Iran hingga "kembali ke Zaman Batu" kecuali Teheran bersedia berunding dan membuka Selat Hormuz.

    Dalam ancamannya, Trump menyatakan militer AS akan mengebom seluruh pembangkit listrik di Iran. Donald Trump pun memberi ultimatum selama dua hingga tiga pekan untuk Iran menyepakati perjanjian.

    Baca Juga: Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran jika Teheran Menolak Negosiasi

    Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti


    Komentar
    Additional JS