PM Australia Minta Lebanon Dimasukkan dalam Kesepakatan Gencatan Senjata / Kompas Tv
BRISBANE, KOMPAS.TV - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menilai Lebanon seharusnya dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran. Hal ini disampaikan Albanese usai Israel mengirim serangan besar-besaran ke Lebanon pada hari gencatan senjata efektif berlaku, Rabu (8/4/2026).
Albanese mengakui gencatan senjata yang disepakati AS dan Iran bersifat rentan. Namun, pemerintah Australia disebutnya gencatan senjata ini akan berujung perdamaian berkelanjutan.
"Tentu saja ini perdamaian yang rawan, tetapi kami menginginkannya berujung pada sebuah kesepakatan," kata Albanese di Brisbane, Australia, Kamis (9/4/2026).
"Pemerintah Australia jgua meyakini bahwa (gencatan senjata) ini harus berlaku di Lebanon juga. Kami ingin melihat perdamaian di kawasan."
Baca Juga: Gedung Putih Bela Pernyataan Trump yang Ancam Musnahkan Perdaban Iran: Retorika Beliau Keras
Lebih lanjut, Albanese mengatakan, konflik yang terus terjadi di Lebanon dapat menimbulkan dampak yang dirasakan seluruh dunia. Sehingga, penting untuk menjamin gencatan senjata juga diberlakukan di Lebanon.
"Saya tahu banyak warga Australia yang prihatin dengan peristiwa yang terjadi di Lebanon," kata Albanese dikutip Al Jazeera.
"Ini bukan hanya tentang dampak di sana, tetapi juga dampak yang kita rasakan di seluruh dunia."
Sebelumnya, Iran menegaskan gencatan senjata dengan AS harus mencakup setiap front "Poros Perlawanan" Iran, termasuk Lebanon.
Akan tetapi, Wakil Presiden AS JD Vance menyebut pihaknya tidak pernah menyetujui bahwa Lebanon masuk wilayah gencatan senjata. Vance pun mengeklaim Iran "salah paham" mengenai gencatan senjata.
Pernyataan Wapres AS tersebut bertentangan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang berperan sebagai pernatara AS-Iran. Dalam pengumuman gencatan senjata pada Rabu (8/4), Sharif menekankan kesepakatan ini juga mencakup Lebanon.
"Dengan kerendahan hati, saya mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat beserta sekutunya telah menyetujui gencatan senjata di semua tempat, termasuk Lebanon, efektif segera," kata PM Pakistan Shebaz Sharif via media sosial X, Rabu (8/4).
Baca Juga: Iran Ancam Kembali Berperang dan Tutup Selat Hormuz usai Israel Bombardir Lebanon