0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Pakistan Spesial

    Negosiasi di Pakistan Dimulai, Trump Klaim Iran Akan Ajukan Tawaran untuk Penuhi Tuntutan AS - Tribunnews

    11 min read

     

    Negosiasi di Pakistan Dimulai, Trump Klaim Iran Akan Ajukan Tawaran untuk Penuhi Tuntutan AS

    Ringkasan Berita:
    • Trump berencana mengirim utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk melakukan pembicaraan dengan Iran di IslamabadPakistan.
    • Trump mengatakan, Iran berencana untuk mengajukan tawaran yang bertujuan untuk memenuhi tuntutan AS.
    • Trump mengatakan dia belum tahu apa tawaran itu nantinya.

    TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, Iran berencana untuk mengajukan tawaran yang bertujuan untuk memenuhi tuntutan AS, seiring dengan dimulainya kembali pembicaraan di Pakistan.

    Trump berencana mengirim utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk melakukan pembicaraan dengan Iran di IslamabadPakistan.

    Keduanya akan berangkat pada Sabtu (25/4/2026) pagi waktu setempat, kata sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan pada Jumat (24/4/2026).

    “Mereka sedang mengajukan penawaran dan kita harus lihat nanti,” kata Trump dalam sebuah wawancara telepon, Jumat, dilansir Al Arabiya.

    Trump mengatakan dia belum tahu apa tawaran itu nantinya.

    Ketika ditanya dengan siapa AS bernegosiasi, Trump berkata:

    “Saya tidak ingin mengatakan itu, tetapi kami berurusan dengan orang-orang yang berkuasa sekarang.”

    Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi diperkirakan akan tiba di ibu kota PakistanIslamabad, pada hari Jumat untuk membahas proposal memulai kembali pembicaraan perdamaian dengan AS.

    Trump bersikeras bahwa militer AS akan mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran sampai kesepakatan tercapai.

    Ketika ditanya apa yang dibutuhkan untuk mencabut blokade tersebut, Trump berkata:

    “Saya harus bisa menjawab pertanyaan itu nanti. Saya harus melihat apa yang mereka tawarkan.”

    Baca juga: Persenjataan AS Menipis, Biaya Perang Rp 17 Triliun per Hari Melawan Iran Kuras Anggaran

    Tak Ada Pertemuan yang Direncanakan

    Donald Trump mengirimkan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Pakistan untuk bertemu dengan menteri luar negeri Iran, kata Gedung Putih pada Jumat.

    Sementara, para pejabat di negara Asia Selatan itu berupaya menghidupkan kembali pembicaraan gencatan senjata antara AS dan Iran.

    Diberitakan AP News, pembicaraan yang direncanakan pada hari Sabtu ini berlangsung di tengah ketegangan yang melanda sebagian besar dunia akibat perang yang telah menghambat ekspor energi penting melalui Selat Hormuz , mengaburkan gambaran ekonomi global, dan menyebabkan ribuan orang tewas di seluruh Timur Tengah.

    Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Islamabad pada Jumat malam.

    Sebelumnya di media sosial, ia menulis bahwa ia melakukan perjalanan ke Pakistan yang berfokus pada "masalah bilateral dan perkembangan regional." Ia tidak menyebutkan siapa yang akan ditemuinya.

    MENLU IRAN - Foto ini diambil dari laman Presiden Rusia pada Kamis (7/8/2025), memperlihatkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (tidak terlihat dalam foto) di Moskow pada 23 Juni 2025.
    MENLU IRAN - Foto ini diambil dari laman Presiden Rusia pada Kamis (7/8/2025), memperlihatkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (tidak terlihat dalam foto) di Moskow pada 23 Juni 2025. (Foto: Sergei Karpukhin, TASS/Kremlin)

    Tak lama setelah Araghchi mendarat, pemerintah negara itu memperjelas bahwa tidak akan ada negosiasi langsung dengan perwakilan pemerintah Amerika selama kunjungan ini.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmael Baqaei, mengatakan di X bahwa, “Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS.”

    Sebaliknya, Baqaei mengatakan para pejabat Pakistan akan menyampaikan pesan antar delegasi.

    Baqaei berterima kasih kepada pemerintah Pakistan atas "mediasi dan upaya baiknya yang berkelanjutan untuk mengakhiri perang agresi yang dipaksakan Amerika."

    Baca juga: Iran Bantah Minta Negosiasi, AS Klaim Sebaliknya, Utusan Trump Meluncur ke Pakistan

    Di sisi lain, Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan dalam sebuah wawancara di Fox News Channel bahwa Witkoff dan Kushner akan bertemu dengan Araghchi.

    “Kami berharap ini akan menjadi percakapan yang produktif dan mudah-mudahan dapat memajukan proses menuju kesepakatan,” kata Leavitt.

    Dia mengatakan Wakil Presiden JD Vance tidak akan melakukan perjalanan tetapi dia tetap "sangat terlibat," dan bersedia pergi ke Pakistan "jika kami merasa itu adalah penggunaan waktunya yang diperlukan."

    Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan tim keamanan nasional presiden berada dalam "siaga" untuk terbang ke Pakistan jika diperlukan, kata Leavitt.

    Araghchi dan dua utusan Trump mengadakan pembicaraan tidak langsung selama berjam-jam di Jenewa pada 27 Februari mengenai program nuklir Teheran, tetapi pergi tanpa kesepakatan. Keesokan harinya, Israel dan Amerika Serikat memulai perang melawan Iran.

    Leavitt mengatakan presiden memutuskan untuk mengirim Witkoff dan Kushner ke Pakistan "untuk mendengarkan penjelasan dari Iran."

    “Kami tentu telah melihat beberapa kemajuan dari pihak Iran dalam beberapa hari terakhir,” kata Leavitt. Dia tidak memberikan rincian tentang apa yang didengar oleh para pejabat AS.

    Pakistan Lanjutkan Upaya Diplomatik

    Pakistan telah berupaya untuk mengajak kembali para pejabat AS dan Iran ke meja perundingan setelah Trump pekan ini mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu dengan Iran, menghormati permintaan Islamabad untuk waktu lebih banyak guna melakukan pendekatan diplomatik.

    Hal itu belum menurunkan ketegangan di Selat Hormuz, jalur air strategis yang dilalui seperlima minyak dan gas alam dunia selama masa damai.

    Iran terus mengendalikan lalu lintas melalui selat tersebut, menyerang tiga kapal awal pekan ini, sementara AS mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan Trump telah memerintahkan militer untuk "menembak dan membunuh" kapal-kapal kecil yang mungkin memasang ranjau.

    “Iran memiliki pilihan penting, kesempatan untuk membuat kesepakatan, kesepakatan yang baik, kesepakatan yang bijaksana,” kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth kepada wartawan pada hari Jumat.

    Baca juga: Pete Hegseth Klaim Amerika Serikat Sudah Beri Hadiah ke Dunia Lewat Aksi Mereka di Iran

    PENUH RANJAU - Tangkap layar WN yang menunjukkan posisi kapal-kapal di Selat Hormuz. Selat yang menjadi jalur penting perdagangan dunia itu dipenuhi ranjau laut yang dipasang Iran dalam perang melawan serangan Amerika Serikat dan Israel.
    PENUH RANJAU - Tangkap layar WN yang menunjukkan posisi kapal-kapal di Selat Hormuz. Selat yang menjadi jalur penting perdagangan dunia itu dipenuhi ranjau laut yang dipasang Iran dalam perang melawan serangan Amerika Serikat dan Israel. (Tribunnews.com/Tangkap Layar/WN)

    Ia mengatakan kapal induk AS kedua akan bergabung dalam blokade tersebut dalam beberapa hari mendatang.

    Washington sudah memiliki tiga kapal induk di wilayah tersebut; USS George HW Bush di Samudra Hindia; USS Abraham Lincoln di Laut Arab; dan USS Gerald R. Ford di Laut Merah.

    Ini adalah kali pertama sejak 2003 tiga kapal induk Amerika beroperasi di wilayah tersebut secara bersamaan. Pasukan tersebut mencakup 200 pesawat dan 15.000 pelaut dan Marinir, kata Komando Pusat AS.

    Sejak perang dimulai, setidaknya 3.375 orang tewas di Iran, dan lebih dari 2.490 orang di Lebanon, tempat pertempuran baru antara Israel dan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran meletus dua hari setelah perang dimulai, menurut pihak berwenang.

    Selain itu, 23 orang tewas di Israel dan lebih dari selusin di negara-negara Teluk Arab.

    Lima belas tentara Israel di Lebanon dan 13 anggota militer AS di seluruh wilayah tersebut telah tewas.

    (Tribunnews.com/Nuryanti)

    Berita lain terkait Iran Vs Amerika Memanas

    Komentar
    Additional JS