Mayoritas Warga AS Ingin Perang Iran Cepat Berakhir, Tolak Pengerahan Pasukan Darat - SindoNews
Mayoritas Warga AS Ingin Perang Iran Cepat Berakhir, Tolak Pengerahan Pasukan Darat
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Kamis, 02 April 2026 - 16:30 WIB
Para demonstran berkumpul di dekat Central Park sebelum berarak melalui Manhattan dan melewati Times Square selama protes No Kings ketiga di New York, Amerika Serikat, pada 28 Maret 2026. Foto/Selçuk Acar/Anadolu Agency
WASHINGTON - Mayoritas warga Amerika Serikat (AS) menginginkan perang melawan Iran diakhiri dengan cepat dan sangat menentang pengiriman pasukan darat, menurut tiga jajak pendapat utama. Hasil survei itu dirilis saat serangan AS-Israel memasuki bulan kedua.
Reuters/Ipsos menemukan 66% warga Amerika mendukung pengakhiran perang yang dipercepat, bahkan jika tujuan tidak sepenuhnya tercapai.
Adapun survei Economist/YouGov menempatkan penentangan keseluruhan terhadap perang pada 59%, dengan 28% mendukung. Jajak pendapat AP-NORC menemukan 60% percaya aksi militer AS telah melampaui batas.
Penentangan terhadap pengerahan pasukan darat bahkan lebih menonjol. Di ketiga jajak pendapat tersebut, antara 62% dan 76% responden menentang pengiriman tentara Amerika ke Iran, dengan 86% dalam survei Ipsos menyatakan kekhawatiran tentang risiko terhadap nyawa militer.
Kecemasan ekonomi adalah kekuatan pendorong di balik kelelahan perang. Sekitar 67% responden AP-NORC menilai pencegahan kenaikan harga gas sebagai prioritas, lebih dari dua kali lipat persentase yang memprioritaskan perubahan rezim di Iran, yaitu 33%.
Hampir 77% dalam jajak pendapat Ipsos mengatakan mereka prihatin tentang biaya finansial keseluruhan perang tersebut.
Dukungan terpecah tajam berdasarkan garis partai. Demokrat menentang perang dengan selisih 88-90%, sementara 62% Republikan secara umum mendukungnya.
Tetapi dukungan di antara Republikan non-MAGA telah anjlok dari 56% menjadi 33% hanya dalam dua minggu, dibandingkan dengan 79% di antara Republikan MAGA yang mengidentifikasi diri mereka sendiri, menurut jajak pendapat Economist/YouGov.
MAGA, atau Make America Great Again, adalah slogan yang digunakan Presiden AS Trump dalam kampanyenya sebagai presiden.
Skeptisisme publik sangat dalam terhadap diplomasi dan hasilnya. Sekitar 46% responden dalam jajak pendapat Economist/YouGov tidak percaya negosiasi perdamaian sedang berlangsung, 59% berpikir penyelesaian dalam waktu satu bulan tidak mungkin terjadi, dan hanya 30% yang menyetujui penanganan konflik oleh Trump.
Terlepas dari penentangan tersebut, 65% dalam survei AP-NORC masih menganggap pencegahan Iran memperoleh senjata nuklir sangat penting.
AS dan Israel telah melakukan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Baca juga: Israel Tegaskan Tidak akan Gabung Operasi Darat AS di Iran
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI