0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Mojtaba Khamenei Spesial

    Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Sebut Persatuan Warga Iran Beri Pukulan Telak bagi Musuh - Viva

    3 min read

     

    Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Sebut Persatuan Warga Iran Beri Pukulan Telak bagi Musuh

    Jumat, 24 April 2026 - 09:00 WIB
    Oleh :

    • Reuters
    Photo Mini 1
    Share :

    VIVA –Di tengah situasi yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran, pemimpin tertinggi Revolusi Islam Iran yang baru, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei memberikan pernyataan untuk masyarakat Iran.

    Baca Juga
    img_title

    Dalam keterangan resmi terbarunya yang dirilis beberapa jam lalu, Mojtaba memuji persatuan rakyat Iran. Disebutnya bahwa kekompakan rakyat Iran telah memberikan pukulan serius terhadap musuh. Dia juga mengajak semua pihak untuk mensyukuri hal itu melalui tindakan nyata daemi memperkuat persatuan nasional.

    “Berkat persatuan yang tidak biasa di antara sesama warga, telah muncul retakan di pihak musuh,” ujar Khamenei dalam pesan yang dipublikasikan di platform X dikutip dari laman presstv.ir, Jumat 24 April 2026.

    Baca Juga

    Ia menekankan bahwa solidaritas yang belum pernah terjadi sebelumnya ini telah mengacaukan perhitungan pihak-pihak yang ingin melemahkan Iran.

    Pimpinan tertinggi Iran itu juga menegaskan pentingnya menunjukkan rasa syukur atas anugerah Sang Pencipta melalui langkah konkret. Menurutnya, hal itu akan membuat persatuan nasional semakin kuat dan kokoh, sekaligus menjadikan musuh semakin lemah dan terpuruk.

    Baca Juga

    Ia turut menyoroti perang psikologis yang terus dilakukan pihak lawan. Disebutnya bahwa operasi media yang dilakukan oleh musuh dengan menargetkan pikiran dan kondisi psikologis masyarakat bertujuan untuk merusak persatuan dan keamanan nasional.

    Jangan sampai kelengahan kita memberi ruang bagi niat jahat mereka berhasil,” ujarnya.

    Pesan Khamenei disampaikan di tengah situasi krusial, saat Republik Islam Iran disebut tetap bertahan menghadapi berbagai tekanan, mulai dari sanksi, ancaman, hingga kampanye propaganda yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Israel, dan sekutu Barat mereka.

    Persatuan yang lahir dari keyakinan mendalam dan semangat revolusi rakyat Iran ini disebut berulang kali menjadi tameng yang sulit ditembus, bahkan mampu mengubah setiap ancaman menjadi peluang untuk kemajuan yang lebih besar.

    Seperti diketahui setelah hampir lebih dari 5 pekan perang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, gencatan senjata resmi diberlakukan pada pekan kedua di bulan April. Menyusul kesepakatan gencatan senjata itu, Amerika dan Iran menggelar perundingan damai di Islamabad, Pakistan.

    Namun tidak ada kesepakatan yang terjadi setelah 21 jam perundingan tersebut. Pada 22 April kemarin, Donald Trump juga secara sepihak mengumumkan perpanjangan gencatan senjata. Dia juga menegaskan bahwa meski gencatan senjata diperpanjang, blokade terhadap selat Hormuz tetap diberlakukan.

    Komentar
    Additional JS