0
News
    Home Berita Featured Jepang Spesial

    Jepang Jadi Negara "Tidak", Berikut Hal-hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Negeri Sakura! - Sekitar Bandung

    6 min read

     

    Jepang Jadi Negara "Tidak", Berikut Hal-hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Negeri Sakura!

    Jepang Jadi Negara "Tidak", Berikut Hal-hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Negeri Sakura!

    Sekitarbandung.com – Jepang dikenal sebagai negara dengan aturan sosial yang sangat ketat, di mana banyak hal yang dianggap biasa di negara lain justru tidak diperbolehkan di Negeri Sakura.

    Budaya disiplin dan rasa menghormati sesama membuat masyarakat Jepang menjunjung tinggi norma yang harus dipatuhi, sehingga penting bagi siapa pun untuk memahami berbagai larangan agar tidak dianggap tidak sopan atau melanggar etika.

    1. Tidak Ada Uang Tip

    • Para staf bahkan bisa mengejar Anda di jalan untuk mengembalikan uang yang dianggap bukan bagian dari transaksi.

    2. Tidak Makan Sambil Berjalan

    • Penduduk setempat cenderung akan menatap, bahkan beberapa jalan telah resmi melarang kebiasaan tersebut.

    3. Tidak Berbicara di Telepon di Dalam Kereta Api

    • Seluruh gerbong dijaga tetap hening, sehingga satu suara saja dapat memicu teguran atau konfrontasi.

    4. Tidak Memperlihatkan Tato di Tempat Umum

    • Hal ini dilarang di pemandian air panas (onsen), pusat kebugaran, kolam renang, hingga pantai karena kerap dikaitkan dengan Yakuza.

    Baca Juga: Sosok Perwira Tinggi Jepang Ini Rela Hancurkan Karier Militernya Demi Kemerdekaan Indonesia

    5. Tidak Menghembus Hidung di Tempat Umum

    • Di Jepang, menghirup berulang kali justru dianggap lebih sopan dibandingkan meniup hidung sekali di depan umum.

    6. Tidak Memakai Sepatu di Dalam Ruangan

    • Sandal khusus biasanya telah disediakan untuk setiap ruangan, termasuk kamar mandi.

    7. Tidak Menunjuk dengan Jari

    • Masyarakat Jepang lebih sering menggunakan seluruh telapak tangan terbuka sebagai bentuk isyarat yang lebih sopan.

    8. Tidak Ada Jaywalking

    • Pejalan kaki tetap menunggu di persimpangan meski kondisi jalan kosong, bahkan pada pukul 3 pagi, karena aturan dianggap mutlak.

    Kedelapan poin tersebut tidak sepenuhnya benar, karena sejumlah warganet yang telah lama menetap di Jepang mengaku masih menemukan kebiasaan tersebut tetap dilakukan dalam kondisi tertentu.

    Meski begitu, berbagai aturan dan norma tersebut tetap menjadi bagian penting dari budaya Jepang yang menjunjung tinggi ketertiban, sehingga wisatawan disarankan untuk tetap menghormatinya.

    Baca Juga: Menteri Jepang Ini Berlari hingga Minta Maaf ke Rakyat karena Telat Rapat 5 Menit

    Post Views: 77

    Komentar
    Additional JS