2 Istilah bagi Karyawan Jepang yang Datang Kerja tetapi Tidak Kerja di Kantor - Sekitar Bandung
2 Istilah bagi Karyawan Jepang yang Datang Kerja tetapi Tidak Kerja di Kantor
Sekitarbandung.com – Perusahaan di Jepang tidak bisa sembarang melakukan PHK terhadap karyawan karena negara memiliki peraturan yang ketat dan tidak cukup hanya dengan alasan sudah tidak dibutuhkan lagi atau performanya menurun.
Mereka harus membuktikan di pengadilan bahwa pemecatan itu memang diperlukan, tetapi belum tentu menang dan prosesnya sangat rumit. Karena itu, di Jepang lebih murah memberikan gaji kepada karyawan terus-terusan daripada mengambil risiko memecat.
Tetapi pasti ada karyawan yang sudah tidak produktif lagi, bukan? Bisa karena sudah tua atau orangnya sulit diatur. Lantas, bagaimana cara perusahaan menyikapi situasi seperti ini?
1. Oidashibeya
Perusahaan akan menempatkan karyawan tersebut ke ruangan yang tidak nyaman atau memindahkannya ke divisi yang tidak sesuai. Cara ini biasa disebut oidashibeya atau kamar pembuangan.
Intinya, supaya karyawan resign sendiri. Misalnya kamu lulusan Fakultas Hukum lalu dipindah ke divisi finance. Mau dibantu juga sudah bergetar melihat angka-angka akuntansi. Akhirnya kamu sering salah dan dimarahi.
Baca Juga: Pajak Kampung Halaman di Jepang, Sistem Unik yang Hanya Ada di Negeri Sakura
2. Madogiwazoku
Artinya, kelompok dekat jendela. Ini adalah karyawan yang wajib datang ke kantor, tetapi sebenarnya tidak melakukan apa-apa alias hanya memandangi jendela.
Namun, madogiwazoku tidak selalu bermakna negatif. Istilah ini juga bisa dialamatkan kepada karyawan sepuh yang sudah tidak relevan dengan pekerjaan, sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas kepada perusahaan.
Sebanyak 49,2 persen perusahaan di Jepang mengatakan bahwa karyawan sepuh datang ke kantor untuk merokok, nyemil, ngobrol santai, internetan, dan benar-benar memandangi langit melalui jendela.
Uniknya, mereka tetap dihormati. Lagi-lagi karena loyalitas, nilai yang dijunjung tinggi dan sudah menjadi budaya di dunia kerja Jepang. Di sana, menjadi karyawan kutu loncat adalah sebuah aib.
Masuk perusahaan sewaktu muda, bekerja dengan benar, maka perusahaan akan memberikan kamu hadiah dengan tidak dipecat, apa pun kondisinya.
Baca Juga: Sushi Bukan dari Jepang, Pernah Jadi Pemilik Setelah Mencuri Ide dari Negara Tetangganya
Post Views: 61