0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Selat Hormuz Spesial

    Israel Siapkan Serangan Mematikan di Tengah Aksi Iran Sita Kapal di Selat Hormuz - Viva

    6 min read

     

    Israel Siapkan Serangan Mematikan di Tengah Aksi Iran Sita Kapal di Selat Hormuz

    Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz

    VIVA – Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk saat ini tengah berada di titik rawan setelah Iran menunjukkan kekuatan militernya di Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi urat nadi distribusi energi dunia. Situasi ini bukan hanya soal konflik regional, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global, termasuk harga minyak yang langsung merespons setiap eskalasi yang terjadi.

    Baca Juga

    Dalam perkembangan terbaru, Iran secara terbuka memamerkan operasi militernya melalui rekaman yang disiarkan televisi nasional. Dalam video tersebut, pasukan komando bersenjata terlihat menaiki kapal kargo raksasa di tengah laut. Aksi dramatis itu menunjukkan bagaimana Teheran kini memperketat kontrol atas Selat Hormuz, yang selama ini dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Kapal yang menjadi target operasi disebut sebagai MSC Francesca. Dalam rekaman, pasukan bertopeng mendekati kapal menggunakan speedboat, memanjat tangga tali, lalu masuk ke badan kapal sambil membawa senjata laras panjang. Selain itu, Iran juga mengklaim telah menguasai kapal lain bernama Epaminondas. Kedua kapal tersebut dituduh melintasi selat tanpa izin resmi dari otoritas Iran.

    Baca Juga

    Langkah ini dilakukan di tengah mandeknya upaya diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat. Harapan Washington untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis itu melalui perundingan damai kini pupus, memperbesar risiko konflik terbuka.

    Penampakan Kapal dan Perahu di Selat Hormuz

    Photo :

    • REUTERS/ Stringer

    Baca Juga

    Di sisi lain, situasi di darat juga tak kalah mencekam. Sistem pertahanan udara di Teheran dilaporkan aktif menghadapi “target musuh” pada Kamis malam waktu setempat. Meski belum jelas apa yang menjadi sasaran, laporan tersebut langsung memicu lonjakan harga minyak dunia, menandakan betapa sensitifnya pasar terhadap perkembangan di kawasan ini.

    Israel pun tak tinggal diam. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyampaikan peringatan keras bahwa negaranya siap kembali melancarkan serangan jika mendapat lampu hijau dari Amerika Serikat.

    “Serangan kali ini akan berbeda dan mematikan, menghantam titik-titik paling sensitif dan memberikan pukulan yang menghancurkan,” ujar Katz dalam pernyataan yang dikutip Reuters.

    Ia bahkan menyebut bahwa target utama adalah pemimpin tertinggi Iran, sebuah sinyal bahwa eskalasi berikutnya bisa jauh lebih berbahaya dibanding sebelumnya.

    Sementara itu, Iran bersikeras tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Amerika Serikat masih memberlakukan blokade terhadap kapal-kapalnya. Teheran menilai langkah Washington tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dicapai.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru mengklaim sebaliknya. Dalam pernyataan di media sosial, ia mengatakan bahwa pihaknya kini memegang kendali penuh atas selat tersebut.

    “Selat itu benar-benar terkunci rapat sampai Iran bersedia membuat kesepakatan,” tulis Trump.

    Namun di lapangan, situasinya tidak sesederhana klaim politik. Meski AS menyebut kekuatan laut Iran telah lumpuh, kenyataannya kapal-kapal cepat dan drone laut milik Iran masih aktif dan mampu mengganggu jalur pelayaran.

    Bahkan, militer AS mengungkap telah mengalihkan 33 kapal sejak blokade dimulai. Terbaru, Washington juga menyatakan telah menghentikan sebuah tanker besar di Samudra Hindia yang membawa jutaan barel minyak mentah.

    Di dalam negeri Iran sendiri, suasana penuh ketidakpastian terus membayangi warga. Trauma akibat serangan selama enam pekan sebelum gencatan senjata masih terasa, sementara ancaman perang baru terus menghantui.

    “Dalam situasi yang bukan damai, tapi juga belum perang, semuanya terasa menakutkan. Setiap saat kami khawatir serangan bisa terjadi lagi,” kata Arash, seorang pegawai pemerintah di Teheran.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Di tengah kebuntuan diplomasi, upaya mediasi pun belum menunjukkan hasil. Pakistan yang sempat menjadi tuan rumah perundingan masih berusaha menjembatani kedua pihak, namun Iran menolak berkomitmen selama blokade AS belum dicabut.

    Dampaknya kini mulai merembet ke sektor ekonomi global. Lonjakan harga energi membuat biaya produksi industri meningkat, sementara aktivitas ekonomi di berbagai sektor mulai melambat. Jika situasi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin dunia akan menghadapi tekanan ekonomi yang lebih besar dalam waktu dekat.

    Ilustrasi bendera Israel

    Tanpa Ampun! Iran Hukum Gantung Warganya yang Jadi Mata-mata Mossad

    Pihak berwenang Iran telah mengeksekusi hukuman mati terhadap seorang anggota organiasi Mujahedeen-e Khalq atas aksi mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad

    img_title

    VIVA.co.id

    24 April 2026

    Komentar
    Additional JS