0
News
    Home Amerika Serikat Dunia Internasional Iran Konflik Timur Tengah Pakistan

    Iran Benar-benar Tak Kirimkan Delegasi ke Pakistan, Trump: Mereka Harus Bernegosiasi - Tribunnews

    7 min read

     

    Iran Benar-benar Tak Kirimkan Delegasi ke Pakistan, Trump: Mereka Harus Bernegosiasi

    Ringkasan Berita:
    • Hingga Selasa (21/4/2026) malam hari ini, belum ada delegasi Iran yang datang ke Islamabad, Pakistan untuk melanjutkan perundingan dengan AS.
    • Padahal, media internasional telah memberitakan bahwa delegasi Iran akan berangkat ke Pakistan untuk melakukan perundingan.
    • Iran menyatakan konsistensi sikap mereka untuk tidak akan berunding selama masih berada di bawah tekanan.

    TRIBUNNEWS.COM - Delegasi Iran dilaporkan hingga Selasa (21/4/2026) malam hari ini belum ada yang datang ke Islamabad, Pakistan untuk melakukan perundingan dengan Amerika Serikat (AS).

    Padahal, media internasional telah memberitakan bahwa delegasi Iran akan berangkat ke Pakistan untuk melakukan perundingan.

    Namun, berita tersebut semuanya tidak akurat karena para pejabat Iran menyatakan tidak akan bernegosiasi dengan AS.

    "Hingga saat ini, tidak ada delegasi, baik tim utama maupun pendukung, yang berangkat ke Islamabad," tegas otoritas Iran seperti dikutip dari WANA News Agency.

    Iran menyatakan konsistensi sikap mereka untuk tidak akan berunding selama masih berada di bawah tekanan.

    "Kami tidak akan menerima negosiasi yang dilakukan di bawah bayang-bayang ancaman dan pengingkaran janji," tulis pernyataan resmi tersebut.

    Isu blokade angkatan laut merupakan hambatan mendasar dalam negosiasi.

    Selain isu blokade angkatan laut, terdapat tuntutan berlebihan lainnya dari pihak Amerika.

    Oleh karena itu, delegasi Iran beranggapan bahwa perundingan hanya akan membuang-buang waktu jika AS tetap menggunakan pola pikir atau "salah kalkulasi" yang sama dengan yang mereka terapkan di medan militer.

    Iran menuntut perubahan nyata pada sikap dan posisi politik AS sebelum bersedia kembali ke meja perundingan.

    "Selama AS tidak melihat situasi secara realistis, Iran tidak akan mengikuti proses ini," tambah pejabat terkait.

    Baca juga: Trump Ogah Perpanjang Gencatan Senjata, AS Bom Iran Lagi Bila Tak Ada Deal

    Trump: Mereka Harus Bernegosiasi

    Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan memperpanjang waktu gencatan senjata.

    Menurut Trump, Iran harus mau bernegosiasi dengan AS karena ia memiliki kesepakatan yang bagus.

    "Saya rasa mereka tidak punya pilihan," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Squawk Box CNBC.

    "Kita telah melumpuhkan angkatan laut mereka, kita telah melumpuhkan angkatan udara mereka, kita telah melumpuhkan para pemimpin mereka," lanjutnya.

    Trump menegaskan tidak ada kata "perpanjangan waktu" untuk gencatan senjata yang sudah berjalan selama dua pekan terakhir.

    "Saya tidak ingin melakukan itu (gencatan senjata)," tegasnya.

    Iran Siapkan 'Kartu AS'

    Sebelumnya, Iran telah melontarkan peringatan keras kepada Trump.

    Teheran menegaskan tidak akan sudi berunding jika terus ditekan dengan ancaman militer.

    Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, secara blak-blakan menuduh Trump sengaja menciptakan situasi sulit agar Iran menyerah di meja perundingan.

    Baca juga: Harga Kondom Melejit Imbas Perang Iran, Ini Penjelasan Produsen Global Terbesarnya

    Tak main-main, Ghalibaf menyebut militer Iran kini sudah menyiapkan kejutan besar di lapangan.

    "Kami telah bersiap untuk mengungkap 'kartu-kartu baru' di medan perang dalam dua minggu terakhir," tegas Ghalibaf lewat akun X resminya, Selasa (21/4/2026), seperti yang diberitakan RT.

    Sikap keras Iran ini bukan tanpa alasan.

    Trump sempat menebar ancaman akan menghancurkan seluruh infrastruktur penting Iran, mulai dari pembangkit listrik hingga jembatan, jika Teheran menolak tawaran kesepakatan dari AS.

    Tak hanya itu, militer AS juga telah menerapkan blokade di sejumlah pelabuhan utama Iran.

    Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menilai langkah Washington tersebut sangat kontradiktif dengan niat perdamaian.

    "Rakyat Iran tidak akan pernah tunduk pada paksaan," tegas Pezeshkian.

    Situasi kian genting karena masa berlaku gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan akan berakhir pada Rabu esok.

    Jika tidak ada titik temu, dikhawatirkan konflik terbuka akan pecah.

    (Tribunnews.com/Whiesa)

    Komentar
    Additional JS