Iran Bantah Tuduhan Serang Kuwait: Kami Tak Pernah Menyerang Sejak Gencatan Senjata - Kompas TV
Iran Bantah Tuduhan Serang Kuwait: Kami Tak Pernah Menyerang Sejak Gencatan Senjata
KUWAIT CITY, KOMPAS.TV - Kuwait menyalahkan Iran dan proksinya atas serangan drone yang mendera wilayahnya saat gencatan senjata.
Sebab, sejumlah fasilitas di Kuwait mengalami serangan pada Kamis (9/4/2026). Serangan tersebut terjadi setelah Iran melakukan kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS).
Kantor Berita Kuwait (KUNA) melaporkan lokasi Garda Nasional juga menjadi sasaran drone. Meski ada sejumlah kerusakan bangunan, namun tak ada korban luka-luka karena serangan tersebut.
Baca Juga: Indonesia Inisiasi Pernyataan Bersama Keselamatan dan Keamanan Pasukan Perdamaian PBB, Ini Isinya
Kementerian Luar Negeri Kuwait menuduh Iran dan proksinya sebagai pelaku serangan tersebut.
“Serangan drone telah menargetkan sejumlah fasilitas vital Kuwait, Kamis malam,” bunyi pernyataan mereka seperti dilaporkan KUNA dilansir dari The Times of Israel.
Menanggapi tuduhan Kuwait, Iran melalui Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah telah melakukan serangan drone dan rudal ke fasilitas negara-negara tetangga sejak gencatan senjata dilakukan.
“Pasukan bersenjata Republik Islam Iran tak penah meluncurkan rudal ke negara apa pun sejak gencatan senjata hingga sekarang,” bunyi pernyataan IRGC seperti dilaporkan Press TV.
IRGC lebih lanjut menyatakan bahwa jika laporan penyerangan ke Kuwait terbukti akurat, maka itu adalah ulah Israel dan AS.
Baca Juga: Putin Umumkan Gencatan Senjata Paskah di Ukraina, Berlaku Dua Hari
“Itu tak diragukan lagi adalah pekerjaan musuh Zionis dan Amerika Serikat, entitas yang terkenal karena melakukan provokasi dan operasi bendera palsu untuk mengacaukan kawasan dan merusak gencatan senjata," kata IRGC.
IRGC menegaskan jika militer Iran melakukan serangan, maka hal itu akan diumumkan dalam pernyataan resmi.
"Setiap aksi dengan tak adanya pernyataan yang dibuat Republik Israel Iran, maka tak ada hubungan dengan kami," tuturnya.