Ilmuan Dunia Asal Iran Tantang Zionis Israel, Argumennya Berakar dari Al Quran - Viva
Ilmuan Dunia Asal Iran Tantang Zionis Israel, Argumennya Berakar dari Al Quran
Kamis, 23 April 2026 - 11:00 WIB
VIVA –Akademisi ternama di bidang ilmu matematika yang berbasis di Yazd, Iran, Profesor Bijan Davvaz menyampaikan tantangan intelektual dan teologis kepada kelompok yang berupaya memengaruhi kebijakan terkait Zionisme di seluruh dunia. Dia menggunakan pendekatan rasional yang berakar pada Al Quran.
Baca Juga
Nama Profesor Davvaz sendiri tercatat sebagai ilmuan paling berpengaruh di dunia. Dia dikenal lewat publikasi yang banyak dikutip, referensi internasional, dan kolaborasi dengan para peneliti dari hampir 40 negara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman presstv,ir, Kamis 23 April 2026, dalam pesannya yang ditujukkan kepada kelompk tersebut termasuk di AS, Prof Davvaz mengeluarkan dua tantangan khusus yang bersumber dari ayat-ayat Al Quran.
Baca Juga
Mengutip ayat dari Surah Al-Jumu'ah (62:6) dan Surah Al-Baqarah (2:94), ia menyoroti bahwa Al-Quran menantang mereka yang mengaku sebagai umat pilihan Tuhan untuk mengharapkan kematian jika benar dalam keyakinannya.
"Tolong beri tahu kami, mengapa kalian berlindung di tempat-tempat perlindungan karena takut mati?!!" tanyanya langsung.
Baca Juga
Davvaz juga menyebutkan dalam Al-Quran memuat janji ilahi yang mutlak (Al-Isra, 17:6) bahwa jika suatu kaum terus melakukan kerusakan dan kedzaliman maka Allah akan mendatangkan pihak lain untuk menghancurkan mereka di dunia ini.
Mengutip Surah Al-Baqarah (2:120), yang menyatakan bahwa Zionis ‘tidak akan pernah rela hingga kita mengikuti jalan mereka’ Profesor Davvaz mengatakan tidak mungkin ada negosiasi dengan mereka.
"Siklus perang-gencatan senjata-negosiasi ini, yang telah lama kalian gunakan sebagai strategi umum melawan para pencari kebebasan di dunia, pada akhirnya akan menjadi bumerang bagi kalian," kata dia memperingatkan Zionis, seraya mencatat bahwa Al-Quran, menjelaskan dengan gamblang, tidak akan pernah dapat diputarbalikkan meskipun mereka mencoba.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pernyataannya, Davvaz juga menyinggung Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, dengan mengutip ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Tuhan tidak akan memberikan jalan bagi orang-orang yang ingkar untuk menguasai orang-orang beriman.
Sebagai penutup, ia menggambarkan Zionisme sebagai sebuah ideologi politik yang dilandasi kebencian serta gerakan kolonial pemukim, yang menurutnya bertanggung jawab atas puluhan tahun pendudukan militer, perampasan tanah, kebijakan apartheid, serta penindasan sistematis terhadap rakyat Palestina di wilayah pendudukan.
![]()
Pejabat AS Akui Iran Masih Tetap Punya Kekuatan Militer Besar Meski Dihantam Serangan Bertubi-Tubi
Iran disebut masih mempertahankan kemampuan militernya dalam skala besar, meski telah menghadapi serangan dari Amerika Serikat dan Israel selama beberapa bulan terakhir.

VIVA.co.id
23 April 2026