Data Intelijen AS Bocor, Iran Masih Simpan Ribuan Rudal di Bawah Tanah, Amerika-Israel Bakal Rontok - Tribunnews
Data Intelijen AS Bocor, Iran Masih Simpan Ribuan Rudal di Bawah Tanah, Amerika-Israel Bakal Rontok
Kekuatan militer Iran rupanya masih terlalu perkasa untuk Amerika dan Israel. Sebab, Iran ternyata masih menyimpan ribuan rudal siap luncur
Ringkasan Berita:
- Meski diserang oleh AS dan Israel, Iran diperkirakan masih menyimpan ribuan rudal balistik di fasilitas bawah tanah yang siap diluncurkan.
- Sebagian peluncur dan persenjataan memang rusak, tetapi masih bisa diperbaiki, dan Iran berpotensi membangun kembali stok rudal serta drone, termasuk melalui kerja sama dengan negara lain.Intelijen AS khawatir Iran memanfaatkan gencatan senjata untuk memperkuat diri
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kekuatan militer Iran rupanya masih terlalu perkasa untuk Amerika dan Israel.
Sebab, Iran ternyata masih menyimpan ribuan rudal siap luncur di bawah tanah.
Dilansir dari Tribunnews, Badan intelijen Amerika Serikat (AS) memperkirakan, Iran masih memiliki ribuan rudal balistik, walaupun sudah diserang AS-Israel.
Rudal balistik tersebut, menurut Badan Intelijen AS siap diluncurkan dari fasilitas bawah tanah, menurut laporan pada Sabtu (11/4/2026).
Penilaian ini menegaskan bahwa kemampuan militer Iran belum sepenuhnya lumpuh, meskipun serangan intensif terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Biang Kerok Gagalnya Perundingan Iran-Amerika di Pakistan, Keinginan AS Tak Masuk Akal
Sejumlah sumber intelijen AS juga mengkhawatirkan bahwa Iran dapat memanfaatkan momentum gencatan senjata untuk membangun kembali stok rudalnya, mengutip Haarezt, Minggu (12/4/2026).
Selain itu, mengutip CNN, terungkap indikasi bahwa China tengah bersiap mengirim sistem pertahanan udara ke Iran dalam beberapa minggu ke depan.
Bahkan diduga melalui negara ketiga guna menyamarkan asal pengiriman.
Namun, pihak China membantah tuduhan tersebut.
Juru bicara Kedutaan Besar China di AS menegaskan bahwa negaranya tidak pernah memasok senjata ke pihak mana pun dalam konflik dan tetap mematuhi kewajiban internasional.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa program rudal Iran telah secara fungsional hancur.
Ia menyebut, sebagian besar peluncur dan rudal Iran telah rusak atau tidak efektif.
Meski demikian, sumber AS dan Israel menyebut, Iran masih memiliki kemampuan untuk memulihkan sebagian kekuatan militernya.
Banyak peluncur rudal yang masih dapat diperbaiki, sementara stok rudal balistik jarak pendek dan menengah masih tersisa dalam jumlah ribuan.
AS mengklaim meski pasokan rudal Iran telah berkurang sekitar setengah selama 40 hari konflik.
Selain itu, persenjataan drone Iran juga dilaporkan menurun drastis, namun berpotensi dibangun kembali, termasuk melalui kerja sama dengan Rusia.
Iran juga disebut masih memiliki rudal jelajah terbatas yang dapat digunakan untuk menyerang target strategis di Teluk Persia.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/RUDAL-IRAN-CSIS-Missile-Defense-Project-hingga-Maret-2026-mencatat.jpg)