China Dukung Jalur Diplomasi Akhiri Ketegangan AS-Iran di Tengah Perpanjangan Gencatan Senjata - Tribunnews
China Dukung Jalur Diplomasi Akhiri Ketegangan AS-Iran di Tengah Perpanjangan Gencatan Senjata - Tribunnews.com
- China mendesak pencegahan eskalasi konflik dan mendukung penuh jalur diplomasi.
- AS memperpanjang gencatan senjata untuk memberi ruang negosiasi dengan Iran.
- Iran mensyaratkan pencabutan blokade Selat Hormuz sebelum melanjutkan pembicaraan.
TRIBUNNEWS.COM - China menyatakan dukungan penuh terhadap upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran, di tengah keputusan Washington memperpanjang masa gencatan senjata.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa situasi di kawasan Timur Tengah saat ini berada pada tahap krusial.
Sehingga pencegahan eskalasi konflik menjadi prioritas utama.
Ia menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan melanjutkan jalur politik serta diplomatik demi mencapai gencatan senjata yang berkelanjutan.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata guna memberi waktu bagi Iran menyiapkan proposal terpadu, mengutip Anadolu Agency, Sabtu (25/4/2026).
Langkah ini diambil menyusul permintaan dari pejabat Pakistan, termasuk Kepala Staf Angkatan Darat Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
Gencatan senjata yang telah menghentikan konflik sejak 8 April itu sebelumnya dijadwalkan berakhir pekan ini.
Sementara itu, pembicaraan lanjutan antara pejabat AS dan Iran direncanakan berlangsung di Islamabad.
Namun, Iran mengajukan syarat pencabutan blokade Selat Hormuz oleh AS sebelum kembali ke meja perundingan.
Konflik sendiri bermula pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran.
Yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan menargetkan aset dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
(*)