Canggihnya Jet Tempur 2 Negara Muslim, JF-17 Block III Pakistan vs F-15E Strike Eagle Arab Saudi - Viva
Jakarta, VIVA - Jet tempur JF-17 Thunder Block III Angkatan Udara Pakistan tiba di Pangkalan Udara atau Lanud King Abdulaziz di Dhahran, Arab Saudi pada 11 April 2026.
Kedatangannya bagian dari aktivasi operasional pertama Perjanjian Pertahanan Bersama Strategis Arab Saudi-Pakistan pada September 2025.
Artinya, jet tempur Pakistan ditempatkan di dekat infrastruktur minyak Bumi milik Arab Saudi, Aramco, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Kedatangan JF-17 Thunder Block III bersamaan dengan Islamabad menjadi tuan rumah delegasi Iran dan Amerika Serikat (AS) untuk negosiasi gencatan senjata, menciptakan konvergensi yang sangat sensitif antara diplomasi dan proyeksi kekuatan.
Sedangkan, Lanud King Abdulaziz merupakan rumah dari skadron jet tempur F-15E Strike Eagle. Lantas, bagaimana kehebatan jet tempur milik 2 negara Muslim tersebut?
JF-17 Block III Pakistan
Berdasarkan data yang diolah VIVA, jet tempur ini dilengkapi dengan radar AESA dan rudal jarak jauh PL-15E. Hal tersebut semakin menunjukkan bahwa Pakistan bermaksud untuk mendemonstrasikan bukan hanya solidaritas politik tetapi juga kemampuan pertahanan udara yang relevan secara operasional.
Varian Block III mewakili versi paling canggih dari jet tempur Sino (China)-Pakistan, menggabungkan radar susunan pemindaian elektronik aktif dengan sistem peperangan elektronik yang ditingkatkan dan kemampuan rudal jarak jauh.
Senjata yang paling berpengaruh tetaplah rudal PL-15E buatan China, yang jangkauannya dilaporkan sekitar 145 kilometer, memungkinkan serangan sebelum banyak musuh regional memasuki zona tembak mereka sendiri.
Jet tempur ini juga memiliki radius tempur mendekati 900 kilometer menggunakan bahan bakar internal, memungkinkan patroli pertahanan terus-menerus di wilayah timur Arab Saudi tanpa memerlukan dukungan tanker secara langsung.
Kemampuan tersebut menjadikan JF-17 Block III sangat cocok untuk misi detasemen garis depan karena Pakistan dapat mengerahkan pesawat yang relatif sedikit namun tetap mempertahankan kemampuan patroli udara dan intersepsi yang terlihat.
F-15E Strike Eagle Arab Saudi
Jet Tempur AS F-15E Strike Eagle
- Air Force
Dirancang untuk pertempuran udara ke udara dan udara ke darat, biasanya merupakan kekuatan dominan di langit. Sayangnya, Iran berhasil menembak jatuh sebuah F-15E Strike Eagle selama Operasi Epic Fury pada 3 April 2026.
Model F-15A pertama kali terbang pada 1972, dan F-15E pertama diproduksi pada 1988, menurut Angkatan Udara AS. Jet tempur serang udara-ke-udara dan udara-ke-darat ini dapat terbang dengan kecepatan 1.875 mil per jam, atau 2,5 kali kecepatan suara.
Rasio daya dorong terhadap berat yang tinggi juga memungkinkan F-15E Strike Eagle untuk melakukan belokan tajam tanpa mengorbankan kecepatan. Jet tempur ini memiliki dua mesin Pratt & Whitney F100, masing-masing menghasilkan daya dorong lebih dari 23.000 pound.
Sistem LANTIRN memungkinkan pesawat untuk terbang dalam kondisi cuaca apa pun dan menyerang target darat di ketinggian rendah. Sistem ini terdiri dari dua pod, yaitu pod navigasi dan pod penargetan, yang dipasang di bawah pesawat.
Persenjataannya meliputi meriam 20 milimeter yang terpasang di dalam dengan 500 butir amunisi, rudal AIM-9 Sidewinder, dan AIM-120 AMRAAM , singkatan dari rudal udara-ke-udara jarak menengah canggih yang dipandu radar.
F-15E Strike Eagle juga secara rutin membawa senjata serang darat seperti Joint Direct Attack Munition, atau JDAM, sebuah perangkat yang mengadaptasi amunisi tanpa pemandu menjadi bom "pintar" dengan sirip dan panduan GPS.